Alisa Khadijah Topang Ekonomi Keluarga, Latih Anggotanya Foto Produk

UPGRADE. Para ibu yang tergabung di Alisa Khadijah ICMI Wonosobo menggelar pelatihan untuk foto produk makanan di salah satu tempat usaha anggotanya di Kertek, 
UPGRADE. Para ibu yang tergabung di Alisa Khadijah ICMI Wonosobo menggelar pelatihan untuk foto produk makanan di salah satu tempat usaha anggotanya di Kertek, 

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO – Meskipun baru terbentuk pada Maret 2020 lalu, tepat di masa awal pandemi covid-19 melanda Indonesia, Alisa Khadijah Wonosobo ternyata mampu mendukung perekonomian keluarga dengan produk lokal yang banyak diminati.

Ketua Alisa Khadijah Wonosobo, Rosyita Aldini mengatakan, komunitas para pengusaha perempuan yang ada di bawah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wonosobo itu justru menjadi salah satu penopang ekonomi di masa pandemi.

”Para ibu ini adalah para wanita tangguh yang terbiasa multitasking. Selain menjalankan tugasnya sebagai isteri maupun ibu, juga masih bisa berkiprah di dunia usaha dengan membuat berbagai olahan kuliner hingga produk lainnya. Meskipun kami belum lama terbentuk kami berharap bisa terus meneladani isteri nabi Muhammad, Siti Khadijah dan bisa memiliki jiwa kewirausahaan yang bisa membantu ekonomi keluarga,” ungkapnya saat agenda kopdar perdana setelah pandemi kemarin (8/8).

Baca Juga
Dua Kebakaran Rumah Dipicu Tungku Api

Diungkapkan Rosyita, jumlah jejaring anggota Alisa Khadijah sudah ada di 15 kecamatan dengan anggota 90 orang lebih. Bahkan anggota Alisa Khadijah sendiri juga memiliki jejaring penjualan hingga ke luar negeri. Selain terlibat di kegiatan sosial, Alisa Khadijah juga aktif dalam mengadakan pelatihan untuk membantu pemasaran produk, seperti fotografi kuliner yang diampu oleh salah satu anggotanya.

“Kami sudah dua kali kirim produk ke Hongkong. Dan kali ini kami agendakan pelatihan untuk mengupgrade keahlian fotografi produknya sendiri-sendiri bersama narasumber dari anggota,” ungkapnya usai membuka agenda kopdar di Kertek.

Kegiatan positif itu ditanggapi Ketua ICMI Wonosobo Samsul Munir Amin yang turut membuka kegiatan. Pria yang juga menjabat wakil rektor 3 Unsiq Wonosobo itu menyebut bahwa para anggota Alisa khadijah diharapkan bisa turut mengangkat produk lokal yang berpotensi mendunia.

Artikel Menarik Lainnya :  RSUD Setjonegoro Deteksi Dini Kesehatan Nakes

“Di setiap pertemuan para anggota Alisa Khadijah ini sering mengadakan pelatihan dan mendambah ilmu agama dengan tausiyah. Kami apresiasi meski di pandemi teman-teman ini masih mampu menjalankan usahanya dan bermanfaat bagi sekitar,” ungkapnya.

Dijelaskan Samsul Munir, Organisasi Alisa Khadijah pertama, dibentuk pada tahun 1997 di Malang, tepat 7 tahun setelah ICMI dibentuk pada 1990 dimotori oleh para pengusaha wanita, salah satunya mendiang Hasri Ainun Habibi. (win)