Alhamdulillah, Produktivitas Kopi Robusta Temanggung Tahun ini Meningkat

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Produktivitas kopi robusta di Kabupaten Temanggung dalam satu hektarnya kurang lebih mencapai 1,1 ton biji kopi kering (oce), dengan catatan tanaman kopi dalam kondisi yang bagus. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Temanggung Djoko Budi Nuryanto mengatakan, produktivitas kopi sangat tergantung dari perawatan, pengolahan dan cuaca. Saat cuaca mendukung maka produksinya bisa lebih baik. 

“Rata-rata dalam satu hektar produktivitasnya bisa mencapai 1,1 ton biji kering, bisa lebih dari itu jika pemupukan, perawatan dan pengolahannya dilakukan dengan cara yang benar,” katanya, Kamis (9/9).

Menurutnya, panen raya tahun ini produktivitasnya cukup bagus, bahkan diperkirakan lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2020 lalu. Hanya saja secara data pastinya belum dihitung. 

Peningkatan produktivitas kopi ini bedampak pada peningkatan pendapatan petani, apalagi harga jual kopi pada saat panen raya juga cukup bagus. 

“Rata-rata antara Rp5.000-Rp6.500 tergantung petiknya, jika petik merah semuanya harga tertinggi Rp6.500,” sebutnya.

Temanggung selain sebagai penghasil kopi robusta juga dikenal sebagi penghasil kopi arabika. Hanya saja secara luasan kopi arabika di Temanggung masih kalah dengan kopi robusta. 

“Kurang lebih ada 10 ribu hektar, terdiri robusta 8.500 hektar dan arabika 1.200-1.300 hektar,” jelasnya. 

Namun demikian lanjutnya, luasan tersebut masih belum secara umum jika dilihat dari usia kopi yang ditanam, karena penanaman kopi juga tidak dilakukan secara serentak.

“Ada yang usianya sudah tua, ada yang produksinya bagus, dan ada juga yang baru ditanam, jadi produksinya memang belum merata,” jelasnya. 

Saat ini lanjutnya, petani kopi robusta di Temanggung sedang memasuki akhir masa panen raya, namun demikian kopi yang dihasilkan masih cukup bagus, apalagi jika petik kopinya sampai dengan buah kopi berbuah merah. 

“Kopi terbaik memang saat panen raya, tapi apabila perawatan dan pengolahanya bagus, kualitas tetap akan bagus,” ujarnya. 

Terpisah salah satu petani kopi robusta di Desa Muncar Kecamatan Gemawang Sarwadi menuturkan, panen raya kopi saat ini memang cukup mengembirakan petani, selain produktivitasnya meningkat harga kopi juga lebih stabil. 

“Kurang lebih meningkat 20 persen, harga juga lebih stabil, meskipun turun tapi tidak banyak, tergantung dari kualitas kopi yang dijual saja,” tuturnya.

Apalagi bagi petani kopi yang bisa mengolah kopi dengan teliti, harga jual kopinya akan lebih mahal jika dibandingkan dengan pengelolaan yang masih biasa. 

“Proses pengolahan kopi ada beberapa macam, tapi intinya semua harus petik merah sehingga kualitas kopi akan menjadi lebih baik,” tuturnya. (set) 

Artikel Menarik Lainnya :  Ratusan Pelaku Seni Budaya Sudah Divaksin, Bupati Temanggung : Hajatan dan Kesenian Bisa Kembali Digelar