Akui NKRI, Seorang Napiter Bakal Bebas Bersyarat 24 Agustus

Akui NKRI, Seorang Napiter Bakal Bebas Bersyarat 24 Agustus
BEBAS. Tiga narapidana Lapas IIA Magelang mendapat remisi bebas pada momen perayaan HUT ke-77 RI, Rabu (17/8). foto : wiwid arif/magelang ekspres

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Seorang narapidana tindak pidana terorisme di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) IIA Magelang mendapat remisi tiga bulan, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (17/8). Dengan remisi tersebut, narapidana kasus terorisme itu akan bebas bersyarat pada 24 Agustus 2022 mendatang.

Kepala Lapas IIA Magelang, Satriyo Waluyo mengatakan, narapidana itu mendapat remisi karena selama menjalani hukuman dinilai berperilaku baik.

“Dia juga mengakui NKRI dan menunjukkan perilaku baik. Dia bahkan mau hadir mengikuti upacara bendera hari ini (Rabu, 17 Agustus 2022),” kata Satriyo.

Pihaknya sudah menghubungi keluarga yang bersangkutan ihwal rencana mendapat remisi sampai bebas bersyarat itu. Tentu saja pihak keluarga menanggapi kabar tersebut dengan penuh sukacita.

Ia menjelaskan, satu narapidana itu telah divonis hakim menjalani hukuman 4 tahun karena terlibat kasus terorisme jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Jogjakarta.

“Dia terlibat kasus terorisme di Jogjakarta (masuk jaringan) JAD. Tahun ini yang bersangkutan memperoleh remisi 3 bulan,” ujarnya.

Satriyo menyebutkan, narapidana kasus terorisme di Lapas Kelas IIA Magelang ada tiga orang. Dua orang lainnya masih belum mengakui NKRI. Keduanya juga belum diusulkan untuk mendapatkan remisi karena belum memenuhi syarat.

Pada HUT ke-77 RI ini total ada 357 orang narapidana yang memperoleh remisi dari Kementerian Hukum dan HAM. Tiga orang di antaranya langsung bebas.

Narapidana yang paling banyak mendapatkan remisi ialah narapidana narkotika, sebanyak 176 orang. Satriyo menyatakan jika sebagian besar penghuni Lapas IIA Magelang merupakan kasus narkoba sebanyak 60 persen.

Selain itu, sebanyak 55 orang yang juga mendapat remisi antara lain narapidana kasus pelanggaran perlindungan anak (PPA), 50 narapidana kasus pencurian, dan 76 narapidana kasus lainnya.

Dari ke-357 narapidana yang menerima remisi, kata Satriyo, sebanyak 97 orang mendapatkan pengurangan hukuman satu bulan, 71 orang mendapat remisi dua bulan, 107 orang mendapat remisi tiga bulan, 52 orang mendapat pengurangan hukuman empat bulan, dan 21 orang mendapatkan remisi lima bulan. Kemudian sembilan orang mendapatkan remisi enam bulan.

Satriyo menuturkan, saat ini Lapas IIA Magelang menampung 513 warga binaan terdiri dari narapidana dan tahanan. Jumlah ini sebenarnya sudah over kapasitas, mengingat idealnya lapas tersebut hanya menampung 221 narapidana.

Satriyo menjelaskan, mereka yang mendapat remisi dinyatakan telah menenuhi syarat administratif dan substantif. Seperti telah menjalani pidana minimal 6 bulan, tidak terdaftar pada register F (buku catatan pelanggaran disiplin narapidana), dan turut aktif mengikuti program pembinaan di Lapas.

Pada tahun 2022 ini, pihaknya mengusulkan sebanyak 357 orang dari 513 penghuni lapas untuk mendapatkan remisi. Sedangkan ada 100 narapidana yang tidak diusulkan mendapatkan remisi karena belum memenuhi syarat administratif dan substantif.

“Sisanya atau 56 orang lainnya statusnya masih sebagai tahanan,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu penerima remisi bebas, Tofan (70) mengaku bahagia bisa menghirup udara bebas pada peringatan HUT ke 77 RI. Dia divonis bersalah oleh hakim pengadilan dan menjalani hukuman selama 2 tahun lebih 10 bulan atas kasus tindak pidana penipuan uang.

“Saya dihukum karena kasus penipuan uang tahun 2019. Tahun ini dapat remisi 6 bulan, dan bersyukur bisa langsung bebas,” kata Tofan.

Setelah bebas, dia ingin segera pulang berkumpul dengan keluarganya di Bandung, Jawa Barat. Dia berencana bekerja sebagai seorang pedagang. (wid)