Aktivitas Vulkanik Mengalami Peningkatan, BPBD Cek Tempat Pengungsi Merapi

PENGECEKAN. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang melakukan pengecekan data Desa yang masuk dalam KRB 3 dan Tempat Evakuasi Akhir (TEA).
PENGECEKAN. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang melakukan pengecekan data Desa yang masuk dalam KRB 3 dan Tempat Evakuasi Akhir (TEA).

KABUPATEN MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COMBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang melakukan pengecekan data desa yang masuk dalam KRB 3, Kamis (12/8/2021), sebagai langkah upaya antisipasi, mitigasi bencana erupsi Gunung Merapi. Dalam hal ini meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Merapi dengan luncuran awan panas yang berdampak kepada terjadinya hujan abu vulkanik Gunung Merapi.

“Kita juga melakukan pengecekan di Tempat Evakuasi Akhir (TEA), serta termasuk tempat evakuasi sementara maupun permanen, target kita sebanyak 27 dari 38 TEA yang ada,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono.

Adapun pengecekan TEA tersebut menurut Edi, merupakan persiapan awal untuk menampung pengungsi, dengan memperhatikan fasilitas sarana prasarana meliputi, kelistrikan, air Bersih dan perlengkapan TEA lainnya.

”Meskipun belum ada instruksi untuk mengungsi. Harapannya nanti tidak terdapat pengungsi, semuanya bisa aman terkendali,” terang Edi.

Edi juga mengatakan, selain melakukan pengecekan TEA, pihaknya juga melakukan penyemprotan air terhadap tumbuhan-tumbuhan yang terkena abu vulkanik dari Gunung Merapi di Desa Sengi Kecamatan Dukun.

“Kita berkoordinasi dan dibantu dari Damkar Kabupaten Magelang untuk melakukan penyemprotan di Desa Sengi terutama rumput untuk pakan ternak, dan melakukan monitoring pembersihan tanaman pertanian di wilayah Desa Krinjing,” terang Edi.

Adapun aktivitas Gunung Merapi pada Kamis (12/8/2021) menunjukan guguran awan panas guguran beberapa kali, yaitu pukul 16.44 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 52 mm dan durasi 261 detik. Cuaca berkabut, estimasi jarak luncur 3.000 m ke arah barat daya.

Kemudian pada pukul 15.28 WIB, dengan cuaca berkabut  tercatat di seismogram dengan amplitudo 32 mm dan durasi 125 detik. Estimasi Jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.

Artikel Menarik Lainnya :  Mayoritas Destinasi Wisata di Kabupaten Magelang Rawan Bencana

Dan pukul 13.28 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 30 mm dan durasi 144 detik. Cuaca kabut, estimasi jarak luncur 1.700 m ke arah barat daya.(cha)