Akses Dusun di Sekitar Pusat Demo Ditutup

PORTAL. Salah satu akses masuk ke dusun ditutup, sebagai langkah antisipasi terjadinya kerusuhan pada unjuk rasa Magelang Bergerak #2.
PORTAL. Salah satu akses masuk ke dusun ditutup, sebagai langkah antisipasi terjadinya kerusuhan pada unjuk rasa Magelang Bergerak #2.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Untuk mengantipasi massa pengujuk rasa Magelang Bergerak #2 pada Selasa (13/10/2020), Pemerintah Desa Banyurojo Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang menghimbau warganya untuk melakukan pengamanan di masing-masing dusun/RT/RW.

“Antisipasi kejadian rusuh seperti unjuk rasa pada Jumat (9/10/2020) pekan kemarin. Kerusuhan terjadi hingga di depan Kantor Balai Desa Banyurojo di jalan Dusun Saragan ke Dusun Banyakan. Hal tersebut tentu membuat warga khawatir, karena Desa Banyurojo berdekatan dengan Gedung DPRD Kota Magelang yang menjadi tujuan unjuk rasa kali ini,” ucap Kepala Desa Banyurojo, Iksan Maksum, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/10/2020).

Menurut Iksan Maksum, dalam kerusuhan akhir pekan lalu, banyak perusuh yang lari dan bersembunyi di dusun-dusun Desa Banyurojo. Hal tersebut membuat masyarakat mengambil langkah antisipasi, dengan memasang portal di setiap jalan masuk ke dusun.

Adapun dusun yang akses jalan ditutup adalah Dusun Saragan, Dusun Kranggan, Dusun seneng 1 dan 2. Serta Kantor Balai Desa Banyurojo pengamanan Linmas, Koramil.

“Kemarin kendaraan aparat Water Canon sampai di depan balai desa, banyak perusuh yang lari ke dusun. Hari Senin (12/10/2020) kemarin ada rapat tingkat desa, dihadiri oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kadus, sampaikan ke masyarakat untuk tidak ikut demo, dan turut menjaga keamanan. Serta diharapkan masing-masing dusun tidak menerima tamu atau membawa teman dari luar. Karena kemarin dijadikan tempat persiapan,” jelas Iksan Maksum.

Selain itu, pelayanan Desa Banyurojo diajukan pagi hari, atau pada hari Rabu (14/10/2020). Serta untuk distribusi penyaluran bantuan pangan non tunai, digeser jadwalnya.

“Penyaluran bantuan pangan non tunai pada Rabu digeser Kamis (15/10/2020), demi keamanan warga sendiri,” pungkas Iksan Maksum.(cha)