Aji Mumpung! Gunung Tidar Ramai Diserbu Wisatawan Selama Kota Magelang Menyandang Level 1 PPKM

Kunjungan wisata di Gunung Tidar Kota Magelang meningkat dengan adanya wahana baru dan keberadaan Kota Magelang di level 1 PPKM. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
MENINGKAT. Kunjungan wisata di Gunung Tidar Kota Magelang meningkat dengan adanya wahana baru dan keberadaan Kota Magelang di level 1 PPKM. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Semenjak PPKM level 1 diberlakukan di Kota Magelang, geliat wisatawan mendatangi wisata religi Gunung Tidar terus bertambah. Mereka bukan saja wisata peziarah, namun ada juga yang menikmati keindahan alam, maupun berolahraga.

Kepala UPT Kebun Raya Gunung Tidar, Yhan Noercahyo Wibowo mengungkapkan jumlah wisatawan di gunung yang disebut sebagai ‘Pakuning Tanah Jawa’ ini terus meningkat seiring level PPKM di Kota Magelang masuk di level terendah sejak sebulan lalu.

“Pengunjung mencapai 500 sampai 1.000 orang di hari biasa, kalau akhir pekan bisa sampai 2.500 orang. Dari sisi kapasitas masih sangat memungkinkan karena Gunung Tidar ini luas lahan total ada 70 hektare,” kata Yhan kemarin.

Menurutnya, wisata di Gunung Tidar menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Wisatawan harus memakai masker dan sebelum masuk mereka harus mencuci tangan di tempat yang disediakan.

“Mereka juga wajib menjaga jarak dengan wisatawan lain minimal 1,5 meter. Destinasi ini juga telah mendapatkan sertifikat Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) atau CHSE dari Kementerian Pariwisata pada Oktober lalu,” jelanya.

Yhan menambahkan saat ini Pemkot Magelang sedang mengembangkan Gunung Tidar sebagai destinasi wisata budaya, alam, dan kesehatan. Selama ini, Gunung Tidar dikenal sebagai tujuan wisata religi, berziarah ke makam Syeh Subakir, Kyai Sepanjang, dan Kyai Semar atau Ismoyo Jati. Wisatawan yang datang dari berbagai daerah melakukan ziarah dan berdoa di makam para tokoh agama Islam tersebut.

Adapun konsep wisata alam dikembangkan dari potensi lingkungan yang berupa hutan pinus, salak, dan aneka ragam hayati lainnya. Yhan menambahkan, kini Gunung Tidar juga sukses mengembangkan konsep wisata alam dengan adanya gardu pandang bernama Taman Elang Jawa di puncak Gunung Tidar.

Artikel Menarik Lainnya :  Jadi Korban PHK, Kini Pria di Magelang Ini Jadi Pengusaha Helm

“Wisatawan bisa menikmati pemandangan alam Kota Magelang dari tempat yang nyaman,” jelas Yhan.

Kemudian, untuk wisata kesehatan, menurutnya, bukit setinggi 503 mdpl ini bisa menjadi arena hiking dengan track yang menantang. Ada sekitar 500 anak tangga yang harus didaki wisatawan untuk sampai ke puncak. Pengelola telah membangun anak tangga lengkap dengan pengamannya sehingga wisatawan bisa berolahraga sambil menghirup udara sejuk dari pepohonan yang rimbun di sekitarnya.

Salah satu pengunjung, Winarni asal Blitar Jawa Timur mengaku senang bisa berziarah lagi ke Gunung Tidar. Setiap tahun, kelompok pengajian di kampungnya melakukan ziarah bersama ke sejumlah petilasan di Jawa Tengah dan Jogja.

“Tempat ziarah di Gunung Tidar ini sejuk dan bersih. Naik tangganya aman. Toiletnya banyak dan bersih,” kata perempuan paruh baya yang tiba berombongan dengan bus tersebut. (wid)