Aji : Kedudukan Saya Sama dengan Pendaftar Bacalon yang Lain

REKOMENDASI. Bakal calon walikota dan wakil walikota dari PDI Perjuangan Kota Magelang, Aji Setyawan SIKom MM dan Dra Windarti Agustina.
REKOMENDASI. Bakal calon walikota dan wakil walikota dari PDI Perjuangan Kota Magelang, Aji Setyawan SIKom MM dan Dra Windarti Agustina.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Bakal calon Walikota Magelang dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Aji Setyawan mengaku tak terbenani dengan statusnya sebagai putra pertama Walikota Magelang, Sigit Widyonindito. Menurutnya, soal keputusannya mendaftarkan diri di DPC PDIP Kota Magelang, September tahun lalu, adalah murni keinginannya sendiri.

“Saya tidak ada beban. Biasa saja. Cuma segala sesuatu tidak ada yang instan. Semua melalui proses, saya sebagai putra Walikota pun statusnya sama dengan pendaftar yang lainnya waktu itu. Sama-sama kader dan pendaftar,” kata Aji, kepada wartawan, Minggu (30/8).

Sebagai seorang putra, ia merasa sangat lumrah bila meminta restu kepada orangtuanya. Sama halnya dengan pencalonan ini, Aji mengaku memang sempat meminta doa restu orangtua dan juga keluarganya.

“Minta restu dan doa yang jelas. Semua yang saya lalui ini, sama dengan pendaftar lain. Menurut saya, tidak ada yang diistimewakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa menjadi seorang politisi baginya, tidak mungkin bisa instan. Butuh tempaan, kaderisasi, hingga kompetensi untuk dapat melaluinya.

“Saya bergabung dengan PDIP sebelum saya menjadi Anggota DPRD Kota Magelang tahun 2014 lalu. Alhmadulillah, saya diberi amanah menjabat pada periode kedua 2019-2024. Saya kader PDIP, jadi posisinya sama dengan kader yang lain,” ungkapnya.

Ia tak menapik bahwa banyak yang memandangnya sebagai seorang putra Walikota Magelang, Sigit Widyonindito lantas ia begitu mudah lolos menjadi bakal calon.

“Tidak sesederhana itu. PDIP punya kandidat yang sangat banyak, dan menurut saya semuanya kompeten. Sejak pendaftaran September 2019 lalu menjadi bakal calon pun, kedudukannya sama tiap pendaftar. Terlepas dari yang mendaftarkan adalah calon eksternal partai, tetapi prinsipnya semua harus menjalani tiap tahapan, proses, dan uji kompetensi yang sama,” paparnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Ketep Pass Tuan Rumah Lomba Senam Kreasi

Baca Juga
Kasus Konfirmasi Covid-19 di Kota Magelang Naik Jadi 102, Angka Kesembuhan 71 Orang

Seperti diberitakan, Aji Setyawan mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP sebagai bakal calon walikota, Jumat (28/8) pada Pilkada Kota Magelang, 9 Desember mendatang. Dia dipasangkan dengan calon wakilnya, Windarti Agustina, yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Walikota Magelang.

Turunnya rekomendasi, setelah hampir setahun sejak DPC PDIP Kota Magelang membuka bursa bakal calon walikota dan wakil walikota, membawa angin segar semangat persatuan para kader, simpatisan partai, dan masyarakat umum. Pasalnya, massa sebelumnya sempat terpecah kecil-kecil, karena fokus mereka memberi dukungan terhadap masing-masing pendaftar.

Untuk diketahui, pada pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2014 lalu, PDI Perjuangan Kota Magelang, berhasil menjadi partai pemenang. Di daerah pemilihan (Dapil) II Magelang Tengah, partai berlambang banteng mentereng itu meraub suara hampir 8.000. Saat itu, calon legislatif (caleg) peroleh suara terbanyak dari Dapil II diraih oleh Aji Setyawan dengan 1.647 suara.

Selang lima tahun kemudian, pada Pileg 2019, Aji Setyawan kembali menjadi peraih suara terbanyak di Dapil II Magelang Tengah, bahkan dari semua caleg dan Dapil di Kota Magelang. Dengan raihan sekitar 4.000 suara, Aji secara resmi kembali menjabat sebagai Anggota DPRD.

“Alhamdulillah di Pileg kemarin saya dipercaya masyarakat Kota Magelang,” kata Aji.

Selama menjabat sebagai Anggota DPRD, Aji dinilai kerap mengikuti sekolah partai, menjalankan fungsi legislasi, dan diskusi lain yang diadakan partai maupun nonpartai. Menurutnya, alasan dirinya selalu aktif mengikuti di hampir semua kegiatan tentang keilmuan, semata demi menambah wawasannya.

“Saya termotivasi, karena jujur saja pernah diremehkan, disepelekan. Tapi dengan adanya anggapan ini justru semakin membuat saya semangat untuk terus mencari ilmu, diskusi dengan teman, tokoh, dan lainnya, dengan harapan anggapan itu akan terpatahkan secara natural,” ujarnya. (wid)

Artikel Menarik Lainnya :  Seluruh Produk UMKM Kota Magelang Ada di Tokopedia