Aduh! Penempatan Pedagang Pasar Induk Wonosobo Mundur Lagi

PASAR. Sejumlah pedagang Pasar Induk Wonosobo yang belum setuju dengan konsep penempatan melakukan audiensi ke pendopo bupati.
PASAR. Sejumlah pedagang Pasar Induk Wonosobo yang belum setuju dengan konsep penempatan melakukan audiensi ke pendopo bupati.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Rencana penempatan pedagang Pasar Induk Wonosobo, yang sedianya bakal dilaksanakan pada 22 Juni 2022, gagal dilakukan. Masih ada sejumlah pedagang yang belum setuju.

“Penempatan pedagang pasar tidak jadi di lakukan pada tanggal 22 Juni 2022, mundur mungkin sekitar satu hingga dua minggu lagi,” ungkap Kepala Disdagkop UKM, Bagyo Sarastono, Selasa (21/6/2022).

Menurutnya, alasan mundurnya penempatan pedagang tersebut terkait dengan adanya sejumlah kelompok pedagang meliputi pedagang sandal, tempe dan buah yang belum setuju dengan konsep penempatan pemkab.

“Ya mereka belum setuju, dan kita masih maksimalkan untuk mencari titik temu yang terbaik dengan mempertimbangkan aspek manfaatnya dan meminimalisir madhorotnya,” ucap Bagyo.

Pihaknya mengakui bahwa dari hasil sosialisasi yang dilakukan oleh pemkab beberapa waktu lalu, dan juga poling terhadap pedagang. Mayoritas pedagang setuju dengan konsep penempatan yang ditawarkan pemkab.

“Dari hasil sosialisasi dan poling, mayoritas sudah setuju dengan konsep penempatan pemkab, namun masih ada sejumlah kelompok pedagang yang belum bisa menerima,” ujarnya

Dijelaskan pedagang yang belum bisa menerima itu beralasan bahwa posisi mereka dilantai atas akan berdampak pada dagangan mereka.

“Mereka mengeluh kalau di lantai atas kurang laris, beban berat serta mereka berusia sudah sepuh,” katanya.

Padahal pihaknya sudah menjelaskan kepada pedagang bahwa Pasar Induk Wonosobo memiliki tiga lift untuk barang, pedagang dan konsumen. Namun mereka belum bisa menerima.

“Di sisi lain peraturan bupati yang disusun juga belum disahkan. Jadi penempatan pedagang diundur,” pungkasnya. (gus)