Ada Demo, Artos Mall Magelang Pilih Tutup Sementara

DITUTUP. Artos Mall Magelang yang berada di Jalan Mayjend Bambang Soegeng Magelang ditutup sementara karena menjadi titik kumpul massa Magelang Bergerak menolak UU Cipta Kerja.
DITUTUP. Artos Mall Magelang yang berada di Jalan Mayjend Bambang Soegeng Magelang ditutup sementara karena menjadi titik kumpul massa Magelang Bergerak menolak UU Cipta Kerja.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Manajemen Artos Mall Magelang memilih untuk menutup sementara pusat perbelanjaan terbesar di Magelang ini menyusul rencana aksi unjuk rasa Magelang Bergerak, Jumat (9/10). Sejak pagi hari, mall satu-satunya di Magelang itu dijaga ketat aparat kepolisian.

General Manager Operasional Artos Mall, Reymond Aditya mengatakan, seluruh tenand diminta untuk menunda pembukaan operasional. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk saat demonstrasi terjadi.

“Lihat situasi dan kondisi, pihak manajemen menyarankan untuk mundur jam operasional. Mengindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Reymond, kepada wartawan.

Menurut rencana, seluruh operasional Artos akan ditutup hingga pukul 15.00 WIB. Namun itu belum pasti. Manajemen akan menunggu hingga aksi unjuk rasa benar-benar telah berakhir.

“Ada 80 tenan dan semuanya siap untuk tutup sementara karena alasan keamanan. Sedangkan ratusan karyawan tetap berada di dalam mall,” katanya.

Penutupan sementara Artos Mall ini diperkirakan menimbulkan kerugian hingga ratusan juta. Namun, demi alasan keamanan penutupan dianggap kebijakan paling strategis yang harus diambil.

Baca Juga
Ratusan Polisi Sudah Bersiaga di Jalan Jenderal Sudirman hingga Bundaran Hotel Trio, Siap Amankan Demo Siang ini

“Kerugian cujup banyak, ya estimasi ratusan juta,” tandasnya.

Pantauan hingga pukul 14.00 WIB, massa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Magelang Raya (Geram) itu mulai terlihat merapat di Jalan Mayjend Bambang Soegeng, Magelang. Ratusan massa menggunakan sepeda motor dan sebagian memilih untuk berjalan kaki. Mereka menuntut dibatalkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Aliansi Mahasiswa Magelang sendiri sudah memutuskan untuk tidak mengikuti aksi yang diprakarsai Geram ini. Mahasiswa berencana menggelar aksi turun ke jalan, bila protes yang terjadi di sejumlah daerah tak kunjung dipenuhi pemerintah dan DPR RI.

“Untuk aksi hari ini, dipastikan tidak ada mahasiswa yang ikut. Tapi kami siap turun ke jalan bila memamg pemerintah dan DPR tetap bebal tidak membatalkan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang sudah diprotes hampir di semua daerah,” tandas Presiden BEM Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Anjas Setyawan.

Sementara aksi ini mendapat pengawalan sangat ketat dari arapat gabungan Polri dan TNI. Aparat sudah stand by di lingkungan mall dan area unjuk rasa menggunakan peralatan lengkap seperti tameng, helm, dan rompi anti peluru.

Setidaknya 550 personel gabungan kepolisian disiagakan di kawasan tersebut. Lengkap dengan sejumlah kendaraan anti huru hara, personel Brimob, dan lainnya. (wid)