Ada Bersama Warga, Dokter Aziz Dengarkan Keluhan Pedagang TKL, Kunjungi Pemijat Tunanetra

MAGELANGEKSPRES.COM,OBJEK Wisata Taman Kyai Langgeng (TKL) Kota Magelang merupakan salah satu tempat wisata yang banyak digemari para wisatawan saat menggunjungi Kota Magelang. Tempatnya  sangat asri meski terletak di tengah kota. Dokter H Nur Aziz menyempatkan diri berjalan-jalan ke TKL. Ia sempat berbincang dengan beberapa pedagang yang berjualan di TKL. Para pedagang mengaku terkena imbas akibat ditutupnya TKL selama beberapa bulan akibat pandemi Covid-19. Baru pada Rabu, 1 Juli 2020 objek wisata unggulan Kota Magelang ini dibuka kembali. “Selain melihat keasrian obyek wisata TKL kami juga berhasil mendengarkan keluhan para pedagang asongan sekitar tempat wisata Kyai Langgeng. Para pedagang mengaku omsetnya turun 80 persen karena Covid-19, selain itu mereka minta lahan asongan semoga ke depan Pemda bisa membantu para pedagang,” katanya.

Menurut dokter Aziz, perlu tambahan wahana baru sehingga TKL bisa menjadi daya tarik banyak wisatawan dari luar kota.

Kunjungi Suami Istri Pemijat Tuna Tetra

Dekat dengan warga Kota Magelang, dokter Aziz juga mengunjungi pemijat tuna netra. Ia sangat terkesan saat berkunjung ke rumah Achmat Ruchim, warga Tidar Krajan RW 4, Kelurahan Tidar Utara Kecamatan Magelang Selatan yang berprofesi sebagai pemijat ini. Memiliki keterbatasan penglihatan (tuna netra), tak menghalangi Pak Mad-demikian panggilan akrabnya menekuni profesi sebagai tukang pijat untuk mencukupi kebutuhan hidup. Kemampuannya membaca Alquran dengan huruf braile menjadikan dokter Aziz kagum. “Saya sangat senang bisa bertemu Pak Mad dan turut menyimak beliau membaca Alquran dengan huruf braile dengan segala keterbatasannya tapi tetap berusaha seperti orang normal pada umumnya,” ujarnya.

Istri dari Pak Mad yang bernama Saminem juga tuna netra dan memiliki profesi yang sama sebagai seorang pemijat. Keduanya memiliki tiga anak Achmad Sidiq (20), Muhamad Anwar Rifai (18) dan
Tri Puji Astuti (16). Suami istri ini menjadi pemijat yang sudah bersertifikat sehingga prakteknya sudah diakui. Dalam kesempatan itu, dokter Aziz juga memberikan bantuan sembako pada keluarga tersebut.

Artikel Menarik Lainnya :  Borobudur Marathon 2021 Powered by Bank Jateng Digelar dengan Prokes Ketat

Selain mengunjungi pemijat tuna netra, dokter Aziz juga mengunjungi Slamet, warga RT 3 RW 9 Tidar Krajan, Tidar Utara yang terkena sakit ginjal. Sebagai seorang dokter spesialis penyakit dalam dokter Aziz berpesan agar Slamet tetap bersemangat hidup, jangan putus asa, cuci darah bukan kiamat. “Saya sampaikam supaya beliau tetap semangat, penyakit gagal ginjal kronis menjadi sahabat, sehingga tetap bahagia. Ada penderita yang bisa hidup di atas 20 tahun. Batasi minum, tetap olah raga, perbaiki asupan gizi. Minum obat dilanjutkan dengan kontrol dokter secara teratur,”pesannya. (adv)