Abaikan PAD, Gunung Tidar Ditutup saat Malam 1 Syuro

KUNJUNGAN. Walikota Magelang Sigit Widyonindito dan Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina mengunjungi makam Syeh Subakir di Kebun Raya Gunung Tidar Magelang.
KUNJUNGAN. Walikota Magelang Sigit Widyonindito dan Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina mengunjungi makam Syeh Subakir di Kebun Raya Gunung Tidar Magelang.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Pemkot Magelang mengabaikan pendapatan asli daerah (PAD) yang sebenarnya bisa didapat dari pembukaan Kebun Raya Gunung Tidar saat malam 1 Muharram atau 1 Syuro. Sebab, melihat tradisi tahun-tahun sebelumnya, wisata religi Gunung Tidar selalu ramai saat malam 1 Syuro, bahkan jumlahnya sampai puluhan ribu dalam sehari. Namun, demi mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), Pemkot Magelang rela tak mendapatkan PAD dari sektor pariwisata religi itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, OT Rostrianto mengatakan, keputusan ini diambil mengingat kondisi masih pandemi Covid-19. Kerumunan peziarah dikhawatirkan menjadi klaster baru penularan virus ini.

Ia mengatakan, keputusan ini sudah berdasarkan koordinasi dan kesepakatan sejumlah pihak. Utamanya tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, kepolisian, tokoh masyarakat, hingga juru kunci Gunung Tidar.

“Hasil rapat koordinasi, sementara kegiatan malam 1 Muharram 1442 H (1 Suro) ini bisa ditutup terlebih dahulu. Apalagi, mengingat akhir-akhir ini terjadi penambahan pasien positif Covid-19 di Kota Magelang,” katanya, kemarin.

Walau demikian, bagi masyarakat sekitar masih tetap menjalankan aktivitas usahanya. Sebab, Wisata Religi Gunung Tidar tetap dibuka jam 07.00-15.30 WIB. Pihaknya mengingatkan pengunjung untuk disiplin dan patuh pada protokol kesehatan yang telah ditetapkan di Kebun Raya Gunung Tidar.

“Kawasan Kebun Raya Gunung Tidar tetap dibuka pada pagi sampai sore harinya. Sementara untuk malam hari kita tutup,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Magelang Joko Budiyono menambahkan Kebun Raya Gunung Tidar untuk sementara ditutup untuk kegiatan malam 1 Suro. Ia meminta masyarakat khususnya peziarah untuk memakluminya karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan akibat pandemi Covid-19.

“Jadi bagi peziarah yang biasanya naik ke Gunung Tidar pada malam 1 Suro, semalam (kemarin) ini tidak bisa. Keputusan ini agar dapat mencegah penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Gelar Operasi Zebra Candi, Inilah yang Dilakukan Polres Magelang Kota...

Ia menjelaskan, meningkatnya angka sebaran Covid-19 khususnya di Kota Magelang merupakan hal yang harus diwaspadai oleh semua pihak. Joko pun mengingatkan agar masyarakat semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti wajib pakai masker jika bepergian, cuci tangan pakai sabun dan sebagainya. (wid)