95,15 Persen RT di Kota Magelang Masuk Zona Hijau

LONGGAR. Suasana pasar tradisional di Kota Magelang saat PPKM Mikro dijalankan.

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Magelang mencatat sebanyak 95,15 persen Rukun Tetangga (RT) di wilayah setempat berstatus zona hijau. Dari 1.032 RT se-Kota Magelang, 982 RT dinyatakan zona hijau, 50 RT zona kuning, sedangkan tidak ada satupun RT masuk dalam zona oranye dan merah.

Pelaksana Harian (Plh) Walikota Magelang, Joko Budiyono mengatakan, pemerintah terus berupaya agar 50 RT berstatus zona kuning ini kembali hijau.

“Dengan begitu, maka satu wilayah Kota Magelang ini kembali berzona hijau. Ini memang tugas berat, tapi harus dilakukan secara bersama-sama, kompak, dan masif, mengendalikan penyebaran Covid-19,” kata Joko, Selasa (23/2).

Untuk diketahui zona hijau merupakan kriteria tidak ada kasus penularan Covid-19 di satu wilayah RT. Kemudian zonasi kuning, yang berarti terdapat 1-5 rumah yang terpapar Covid-19 di dalam lingkungan satu RT selama 7 hari terakhir.

Berikutnya zonasi oranye, yaitu terdapat 6-10 rumah dengan kasus konfirmasi positif Covid-19 dalam satu RT selama 7 hari terakhir. Terakhir zona merah, yaitu zona di mana dalam satu RT terdapat lebih dari 10 rumah dengan kasus konfirmasi positif Covid-19.

Baca Juga
PMI Kota Magelang Serahkan Penghargaan Bagi Pendonor Secara Drive Thru

Sekretaris Daerah Kota Magelang itu menambahkan, PPKM Mikro yang berlangsung sejak 9 Februari 2021, telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Di antaranya penurunan jumlah kasus positif Covid-19 dan kenaikan kasus sembuh.

Sebagai gambaran, angka kematian akibat Covid-19 di Kota Magelang per 17 Januari 2021 sebesar 4,9 persen. Sementara angka kesembuhan masih di kisaran 78 persen. Di waktu yang sama, sebanyak 1.530 kasus ditemukan. Meninggal dunia sebanyak 75 orang, dan sembuh mencapai 1.196 orang.

Artikel Menarik Lainnya :  Soal Sengketa Lahan Kantor Walikota Magelang, Ganjar Sudah Komunikasi dengan Presiden

Kemudian, pada 14 Februari 2021, persentase kesembuhan melonjak menjadi 90 persen. Sebanyak 1.723 pasien Covid-19 berhasil disembuhkan dari total 1.898 kasus di Kota Magelang. Sementara angka kematian juga turun menjadi 4,3 persen.

Data pada tanggal 22 Februari 2021, Kota Magelang mencatat angka kematian akibat Covid-19 sebanyak 83 orang atau 4,29 persen. Sedangkan penyintas yang sembuh mencapai 1.784 orang dari total kasus 1.934 atau 92,24 persen. Angka kesembuhan ini yang terbanyak, dibanding dengan waktu-waktu sebelumnya.

Dengan penurunan kasus aktif dan penambahan kasus sembuh, ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19, kata Joko mengalami penambahan. Di samping itu, ia menilai bahwa angka kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan juga semakin meningkat.

Joko menambahkan pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari. Pihaknya di sisi lain juga mengupayakan penyemprotan desinfektan massal, termasuk optimalisasi tracing, test, dan treatment (3T).

“Pemerintah terus mendorong agar Kota Magelang menjadi zona hijau lagi, dengan cara optimalisasi tracing, test, dan treatment (3T). Bahkan, Kota Magelang mendapatkan peringkat keempat se-Jawa Tengah, termasuk daerah yang melaksanakan tracing di atas 150 persen,” jelasnya.

Dia berharap, tren positif ini akan terus berlangsung ke depannya. Terlebih, Kota Magelang kini memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro atau PPKM Mikro hingga 8 Maret 2021.

“PPKM Mikro sudah terlihat perkembangan positifnya, di mana angka kesembuhan naik tajam, angka kematian berhasil diturunkan. Tetapi di sisi lain, ekonomi kerakyatan tetap berjalan,” imbuhnya. (wid)