90 Persen Perusahaan Swasta Terdampak Pandemi

AKTIVITAS. Sejumlah pekerja sedang beraktivitas di salah satu pabrik kayu lapis di Temanggung (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
AKTIVITAS. Sejumlah pekerja sedang beraktivitas di salah satu pabrik kayu lapis di Temanggung (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Badai pandemi Covid-19 yang terjadi lebih dari satu tahun ini, mengakibatkan 90 persen perusahaan swasta di Kabupaten Temanggung terkena imbasnya. Sehingga tidak sedikit karyawan yang terpaksa di PHK.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dispernaker) Kabupaten Temanggung, Agus Sarwono mengatakan, jumlah perusahaan swasta yang tercatat di dinas lebih dari ratusan. Dampak pandemi hampir merata dirasakan oleh sebagian besar perusahaan swasta.

“Sebagian besar perusahaan swasta di Temanggung bergerak di bidang kayu lapis, mereka melayani pembelian dari berbagai daerah dan mancanegara,” terangnya, kemarin.

Dengan adanya pandemi ini katanya, orderan dari pembeli baik dari lokal maupun mancanegara menjadi sepi. Kondisi ini membuat perusahaan harus mengurangi produksinya, sehingga sangat berpengaruh terhadap sektor ketenagakerjaan.

“JIka produksi berkurang maka, akan berpengaruh pada tenaga kerjanya,” ujarnya.

Dikatakan, di mana pandemi telah menghambat barang untuk dijual keluar dan produk jadi tertahan. Padahal, para perusahaan harus membayar para tenaga kerjanya.

“Akibat dari dampak ini memang ada beberapa perusahaan yang mem-PHK karyawannya, kurang lebih ada 400an tengaa kerja yang sudah dirumahkan,” jelasnya.

Memang katanya, tidak semua perusahaan swasta di Temanggung melakukan PHK kepada karyawannya, mereka menyiasati dengan mengubah jam kerja dan jadwal kerja dari para pekerjanya.

Namun katanya, hal ini tetap saja mengurangi pendapatan dari para pekerja, karena mereka tidak lagi bisa kerja penuh waktu.

“Memang ada perusahaan yang tetap mempertahankan para pekerjanya dengan alasan tertentu, hanya saja pihak perusahaan memberlakukan pengurangan jam kerja dengan cara membagi jam kerja kepada karyawan,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk membantu para pekerja pihaknya mengusulkan 3.400 orang dari para pekerja swasta untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah kabupaten dan pemprov.

Artikel Menarik Lainnya :  2 Pekan, PTM di Temanggung Berjalan Lancar

“Kami ajukan para pekerja yang terdampak untuk mendapatkan bantuan sembako, harapan kami bisa terealisasi dan bisa meringankan beban mereka,” tandasnya. (set)