81 KK Terdaftar Sebagai Penerima BPNT di Temanggung

ANTRE. Sejumlah penerima manfaat sedang mengantre di kantor pos temanggung. (foto : setyo wuwuh/temanggung ekspres)
ANTRE. Sejumlah penerima manfaat sedang mengantre di kantor pos temanggung. (foto : setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – 81 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Temanggung terdaftar sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Bantuan sudah dimulai dicairkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung Harry Agung Prabowo, mengatakan, BPNT tahun ini meskipun bantuan non tunai, namun diberikan dalam bentuk tunai kepada KPM.

Namun demikian, bantuan itu wajib dibelikan bahan pokok makanan yang sudah ditetapkan sesuai dengan nominal bantuan yang diberikan kepada penerima manfaat.

“Memang beda tahun sebelumnya, tahun ini diberikan dalam bentuk tunai. Di Temanggung, tahun lalu, BPNT melalui sebuah bank milik pemerintah dan pencairan di e-Warung. Untuk saat ini, tunai diserahkan pada penerima,” terang Sekda.

Disampaikan, sesuai arahan dari pemerintah pusat, dana yang diterima masyarakat untuk bantuan pangan, yakni dipergunakan untuk pemenuhan pangan, yakni karbohidrat, protein dan vitamin.

“Karbohidrat semisal beras, jagung dan ketela. Protein dengan membeli ikan, daging dan telur, sedangkan vitamin untuk buah dan sayur atau susu,” terangnya.

Bantuan tidak boleh dialokasikan untuk kebutuhan lain, seperti pulsa telepon, listrik, atau BBM. Pemerintah tidak bisa mengawasi penggunaannya, harapannya warga dapat bijak membelanjakan sesuai keperuntukan.

Dikatakan, pemerintah berusaha melakukan sinkronisasi dalam teknis penyaluran, sebab rawan terjadi kerumunan yang berpotensi terjadi paparan Covid-19.

“Kami telah menggelar rapat sinkronisasi dengan Kantor Pos, camat, dan dinas terkait. Jangan sampai ada kerumunan saat penyaluran,” tegas Sekda.

Disampaikan, hasil rapat itu di antaranya menambah jumlah titik bayar untuk meminimalisir kerumunan. Seperti dari tiga menjadi enam titik bayar dan terjadwal, serta petugas untuk seringkali menyerukan penerapan protokol kesehatan.

“Titik bayar sebisa mungkin di desa, atau titik strategis yang intinya mempermudah warga dalam menerima,” kata Sekda, sembari menyampaikan, jika memang dalam satu desa KPM banyak, maka akan sifatnya jemput bola di desa masing-masing.

Kepala Kantor Pos Temanggung, Arif Maulana  mengatakan, Kantor Pos Temanggung sudah mulai menyalurkan BPNT mulai 20 Februari dan ditarget selesai 5 Maret 2022.

“KPM menerima Rp200 ribu per bulan. Penerimaan Januari, Februari dan Maret dibarengkan, sehingga KPM menerima Rp600 ribu,” jelasnya.

Disampaikan, pada penyaluran BPNT target tiap hari ada 12 ribu KPM. Secara teknis di lapangan di titik bayar ada juru bayar dan verifikator. Pelayanan tiap titik bayar antara 400 –  500 KPM.

Ke depan tempat pencairan bantuan akan semakin diperbanyak, upaya ini sebagai salah satu pencegahan kerumunan.

“Akan kami kurangi jumlah penerimanya, satu titik yang sebelumnya melayani tiga desa akan dikurangi menjadi dua desa,” tutupnya. (set)