77 Persen Pelaku UMKM di Temanggung Bertahan, Sektor Kuliner Paling Terdampak

PESANAN. Pedagang sate winong keliling mendapatkan pesanan dalam sebuah acara sederhana di sebuah instansi
PESANAN. Pedagang sate winong keliling mendapatkan pesanan dalam sebuah acara sederhana di sebuah instansi

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Purworejo terdampak pendemi Covid-19 selama beberapa bulan terakhir. Tidak hanya mengalami penurunan omzet, sebagian mereka bahkan harus memliih berhenti berproduksi dan menunggu sampai situasi pandemic membaik.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi UMKM (KUKMP) Kabupaten Purworejo tercatat ada 27.000 pelaku UMKM. Dari angka tersebut sekitar 23 persen sempat harus berhenti berusaha. Sementara sisanya tetap bertahan berproduksi walaupun penuh dengan keterbatasan.

“Selama tanggap darurat lalu memang semua terganggu. Dan yang paling terdampak di sektor kuliner. Tapi pelan-pelan semua bisa menyesuaikan diri dengan keadaan,” kata Kasi Kelembagaan Dinas KUKMP Purworejo, Nurhadi Trionggo, saat dikonfirmasi pada Kamis (13/8).

Meski mengalami penurunan usaha selama pandemi, hanya beberapa pelaku UMKM yang menyatakan bangkrut. Mereka memang memilih berhenti berproduksi untuk kembali memulai saat situasi sudah membaik.

“Memang ada yang bangkrut, cuma ada alasannya, dimana mereka baru mulai berusaha atau belum mapan,” katanya.

Sisi positif yang bisa dipetik adanya pandemi ini adalah adanya perubahan pola pikir para pelaku usaha. Jika dulunya cenderung abai dengan teknologi informasi, pelan-pelan mereka mulai berusaha mengenalnya.

“Harus diakui jika pola penjualan dengan teknologi informasi saat ini memang menjadi kunci dari keberhasilan produksi selama pandemi,” sebutnya.

Baca Juga
Satu Pasien Positif Corona Asal Kaliangkrik Meninggal Dunia

Trionggo mengungkapkan bahwa pelaku usaha dapat melihat pertumbuuhan penjualan setelah mereka memanfaatkan internet untuk berusaha. Demikian halnya dengan sistem COD yang diberlakukan juga dikomunikasikan melalui seluler yang dimiliki.

“Kita sendiri juga tidak diam diri selama pandemi. Banyak program kita lakukan untuk mengangkat moral para pelaku usaha. Seperti adanya bantuan, pengalihan usaha, maupun kurasi produk UMKM dimana kita membuka kerja sama dengan bandara di Jogja untuk bisa membuka galeri produk UMKM Purworejo,” ungkapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Pemkab Wonosobo Optimis Herd Immunity Bisa Terbentuk di Bulan Depan

Satu terobosan baru yang dilakukan adalah pembukaan showroom UMKM yang memanfaatkan bangunan rumah dinas milik Kodim 0708 Purworejo. Launching showroom baru dilakukan Rabu (12/8) malam atau mundur beberapa bulan dari rencana awal yakni bulan Februari-Maret lalu.

“Showroom ini kita gunakan untuk memajang produk UMKM di Purworejo. Untuk pengelolaannya kita kerja samakan dengan PDAU Purworejo,” jelasnya. (top)