65 Mahasiswa STIE Rajawali Purworejo Diterjunkan Atasi Kendala Pelaku UMKM Pemula di 16 Kecamatan

SIMBOLIS. STIE Rajawali Purworejo secara simbolis menyerahkan mahasiswa peserta Praktik Bisnis kepada Ketua Forum UMKM Kecamatan di kampus setempat, kemarin. (Foto: eko sutopo)
SIMBOLIS. STIE Rajawali Purworejo secara simbolis menyerahkan mahasiswa peserta Praktik Bisnis kepada Ketua Forum UMKM Kecamatan di kampus setempat, kemarin. (Foto: eko sutopo)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Rajawali Purworejo menerjunkan sebanyak 65 mahasiswa semester 4 untuk menerapkan ilmu sekaligus memberikan kontribusi kepada Forum Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di 16 kecamatan. Melalui program Praktik Bisnis Tahun Akademik 2021/2022, selama 1 bulan ke depan mahasiswa akan melakukan pendampingan serta mengatasi kendala pelaku UMKM pemula.

Pelaksanaan Praktik Bisnis telah diawali dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (KUKMP) Kabupaten Purworejo dengan Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STIE Rajawali di kampus setempat pada Kamis (13/1).

Ketua STIE Rajawali  Dr Hesti Respatiningsih SE MPar menyebut, maksud dari PKS dengan Dinas KUKMP antara lain menjalin kemitraan dalam pengembangan pendidikan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu menjadi sarana kampus untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi (PT) dan berkontribusi di bidang P3M sesuai kebutuhan masyarakat.

“Tujuan kerja sama ini untuk meningkatkan potensi sumber daya guna mendukung keberhasilan pembangunan dan pelaksanaan Tri Dharma PT,” sebut Dr Hesti dalam siaran persnya, Jumat (14/1).

Terkait Praktik Bisnis, penerjunan mahasiswa ke 16 kecamatan merupakan kali kedua bagi STIE Rajawali. Pada tahun lalu, praktik bisnis difokuskan pada pendataan hingga pembuatan buku profil serta mengatasi kendala pelaku UMKM. Sementara untuk tahun ini lebih difokuskan pada pendampingan promosi online di media sosial, membantu pengurusan legalitas usaha, dan penyusunan laporan keuangan sederhana.

“Luaran untuk tahun ini lebih ke hal-hal teknis,” jelasnya.

Dr Hesti mengungkapkan, selama pandemi Covid-19 di 2 tahun terakhir, banyak bermunculan pelaku UMKM baru. Sebagian mereka membutuhkan pendampingan khusus mengingat semakin ketatnya persaingan usaha pada kondisi yang serba digital saat ini.

“Khususnya terkait promosi online, banyak pelaku UMKM masih sangat terbatas pengelolaannya. Kemudian terkait keunikan produk, masih banyak yang kesulitan untuk menciptakannya, padahal persaingan produk makin ketat,” ungkapnya.

Ketua P3M, Rusmiyatun SE MAk, menyebut bahwa sebanyak 65 mahasiswa yang diterjunkan berasal dari 2 Prodi, yakni Akuntansi dan Manajemen. Mereka akan disebar di 16 kecamatan dengan pendampingan 8 dosen pembimbing lapangan mulai 24 Januari hingga 23 Februari 2022.

“Praktik Bisnis sekaligus menjadi ajang belajar di luar kampus yang selaras dengan program Merdeka Belajar,” sebutnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas KUKMP Purworejo diketahui bahwa meningkatnya jumlah pelaku UMKM pemula di Kabupaten Purworejo terlihat dari banyaknya pengakses BPUM. Jumlahnya mencapai sekitar 48.000 lebih.

Kepala Dinas KUKMP Gathot Suprapto SH memberikan apresiasi terhadap STIE Rajawali yang telah 2 tahun berturut-turut menerjunkan mahasiswa melalui program Praktik Bisnis. Pihaknya terus mendorong agar STIE Rajawali sebagai lembaga pendidikan agar mampu mencetak generasi entrepreneur sehingga lulusan tidak perlu mencari pekerjaan.

“Bukan mencari pekerjaan, melainkan menciptakan lapangan kerja sendiri. Kami juga mengapresiasi STIE Rajawali berkomitmen untuk mendampingi pelaku UMKM di Kabupaten Purworejo,” terang Gathot. (top)