622 Mahasiswa Unimma Ikuti Wisuda dengan Prokes Ketat

Wisuda Unimma ke-75 Periode II Tahun Akademik 2021/2022
WISUDA. Gelaran wisuda Unimma ke-75 periode II tahun 2021 dilangsungkan secara sederhana di Kampus I, Jalan Tidar, Sabtu lalu. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) menggelar Wisuda Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana, ke-75 Periode II Tahun Akademik 2021/2022 di aula Kampus 1, Jalan Tidar, Kota Magelang, Sabtu (16/10).

Sebanyak 622 wisudawan/wisudawati yang terbagi dalam dua gelombang, mengikuti prosesi wisuda dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Tidak hanya itu, karena masih dalam suasana pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), maka para orangtua wisudawan pun hanya boleh mengikuti acara secara virtual.

Pejabat Rektor Unimma, Dr Lilik Andriyani SE MSi mengatakan wisuda merupakan tonggak penting bagi seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan dengan meraih gelar sesuai harapan. Oleh sebab itu, Unimma menyadari para wisudawan mendambakan wisuda bisa dilaksanakan dengan kebanggaannya membawa toga serta bisa menikmati suasana purna pendidikan dengan penuh kebahagiaan bersama teman-temanya.

Ia menyebutkan, ke-622 wisudawan terdiri dari 110 wisudawan program Diploma Tiga (D3), kemudian Program Strata Satu (S1) sebanyak 501 wisudawan, dan 11 wisudawan dari Program Strata Dua (S2).”Dari 501 wisudawan S1, 117 di antaranya atau 23,35 persen memperoleh predikat cumlaude, dengan indeks prestasi komulatif (IPK) tertinggi 3,92. Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Unimma,” katanya.

IPK tertinggi diraih oleh Rahayu Rizky Pratama dari Prodi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes). Sedangkan waktu tempuh studi tercepat diperoleh Milyarti Ningrum, wisudawan dari Prodi Psikologi, Fakultas Psikologi dan Humaniora dengan masa studi 3 tahun 6 bulan 16 hari.

Dr Lilik melanjutkan, tahun ini Unimma telah menapaki usia ke-57 tahun. Kemajuan dan prestasi telah banyak diraih.”Ini membuktikan jika Unimma semakin nyata memberi kontribusi kepada masyarakat dan umat,” jelasnya.

Rentetan prestasi tersebut, kata Lilik, sebanyak 8 dari 21 program studi telah terakreditasi A. Kemudian, 11 program studi terakreditasi B sehingga secara kelembagaan Unimma mendapatkan akreditasi B.”Dari sisi pemeringkatan Perguruan Tinggi, Unimma memperoleh capaian membanggakan dengan masuk peringkat 94 nasional dari 2.136 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Non Vokasi se-Indonesia. Pemeringkatan ini sekaligus menempatkan Unimma sebagai 5 besar Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisiyah (PTMA) se-Indonesia,” ungkapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Sukses Sulap Sampah Jadi Rupiah, Potret Bank Sampah Bougenville Jurangombo Utara

Di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, UNIMMA menempati peringkat 81 nasional dan mendapat predikat Klaster Utama atau sangat bagus. Dia menambahkan, sebanyak 10 judul proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Unimma berhasil lolos pendanaan Kementerian Ristekdikti dan 1 kelompok lolos Pimnas 34.”Di waktu bersamaan 5 organisasi mahasiswa berhasil mendapatkan pendanaan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D), dan masih banyak lagi prestasi lainnya,” tandasnya.

Ia mengatakan, sebagian besar alumni ini telah diserap dan berkarir di berbagai bidang pekerjaan baik instansi pemerintah maupun swasta, enterpreneur dan berbagai bidang profesi hukum seperti advokat, hakim, jaksa, dan lain sebagainya.

“Wisuda bukanlah akhir dari pencapaian, namun jadi awal untuk berkarya menapaki jejak kebermanfaatan bagi umat, bangsa, dan negara. Junjunglah tinggi nilai keislaman, sebagai landasan berpikir dan bertindak,” tuturnya.

Salah satu wisudawati Manajemen S1, Unimma, Pungki Yulianti mengaku bangga bisa belajar di Unimma. Terlebih lagi ia membiayai pendidikannya sendiri, lantaran selama ini kuliah sembari bekerja. Peraih cumlaude Unimma dengan IPK 3,87 tersebut mengaku sangat bersyukur senantiasa mendapatkan motivasi dari kedua orangtuanya. Perempuan asal Desa Klepu, Kranggan, Kabupaten Temanggung itu bahkan berencana untuk melanjutkan pendidikannya di luar negeri.”Pertama tentu bersyukur, dan terima kasih kepada orangtua saya, karena selalu mendukung apa yang menjadi cita-cita saya. Dari awal kuliah, memang keluarga saya sederhana, sehingga mau tidak mau saya harus mencari biaya sendiri. Saya bekerja sebagai karyawan cafe,” ucapnya. (wid/adv)