60 Tenaga Kesehatan di Kota Magelang Jalani Rapid Test

RAPID TEST. Tenaga kesehatan dari 5 puskesmas di Kota Magelang jalani rapid test Covid-19 di RS Budi Rahayu, Magelang Utara,
RAPID TEST. Tenaga kesehatan dari 5 puskesmas di Kota Magelang jalani rapid test Covid-19 di RS Budi Rahayu, Magelang Utara,

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG UTARA – Sebanyak 60 tenaga kesehatan yang menangani kasus virus corona (Covid-19) di Kota Magelang jalani rapid test (tes cepat) di Rumah Sakit Tipe D Budi Rahayu, Jalan Urip Sumoharjo, Magelang Utara, Rabu (15/4). Ke-60 tenaga medis itu bertugas di 5 puskesmas di Kota Sejuta Bunga.

Direktur RSUD Budi Rahayu, Ari Melianti mengakui jika tenaga kesehatan merupakan individu atau kelompok masyarakat yang diprioritaskan menjalani rapid test. Sebab, mereka bertugas berhadapan langsung dengan pasien, baik yang berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala), ODP (Orang Dalam Pemantauan), dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan).

“Mereka bertugas di 5 puskesmas, masing-masing Puskemas 12 orang. Keseharian mereka bertugas dan memungkinkan terjadi kontak dengan PDP, ODP, maupun OTG,” kata Ari, di sela memantau rapid test tenaga kesehatan di RS Budi Rahayu.

Menurutnya, teknis kerja rapid test sendiri dilakukan dengan cara mengambil sampel darah kemudian diteteskan pada alat, lalu akan keluar hasilnya. Sementara guna memastikan seseorang terpapar Covid-19 atau tidak, minimal mereka harus melaksanakan tes sebanyak dua kali.

Jika hasil awal negatif dan tidak bergejala biasanya tidak perlu tes lagi. Namun, katanya, kalau hasilnya positif maka akan dirujuk ke RSUD Tidar Kota Magelang untuk tes swab nasofaring atau polymerase chain reaction (PCR), yang secara spesifik lebih dapat memastikan apakah seseorang benar-benar terinfeksi virus atau tidak.”Kemudian kalau hasilnya negatif tapi ada gejala, maka bisa diulang. Biasanya rapid  test tidak selalu positif, karena setelah 6-7 hari terinfeksi, gejala mulai muncul, baru memperlihatkan tanda positif,” ujarnya.

Baca Juga
Dampak Covid-19, Pemkot Magelang Gratiskan Retribusi MBR 2 Bulan

Selain tenaga medis, pihaknya juga melakukan tes serupa bagi tiga ODP yang dirawat di rumah sakit tersebut. Ketiga ODP tersebut semuanya berasal dari Kota Magelang.

Ari mengakui, saat ini pihaknya terkendala jumlah alat rapid tes. Awal April 2020 ini, pihaknya menerima 100 alat rapid tes Covid-19. Sedang jumlah tenaga medis sebanyak 60 orang dan harus dilakukan dua kali.

Terkait sarana prasarana RSUD Budi Rahayu untuk pasien Covid-19, dia menjelaskan bahwa rumah sakit tipe D yang dipimpinnya itu memiliki 18 kamar dengan 26 tempat tidur. Dari 18 kamar itu, 9 kamar di antaranya digunakan untuk isolasi pasien Covid-19 dengan 18 tempat tidur.

“Kamar tersebut dipakai untuk isolasi mandiri ODP, semacam shelter. Jika rumah atau tempat tinggal ODP tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri misalnya rumahnya sempit. Kami yang menawarkan ke mereka ketika kami lakukan tracing,” ungkap Ari.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Magelang dr Sri Harso menegaskan, rapid test diutamakan bagi tenaga kesehatan karena mereka berkontak langsung dengan pasien, baik pasien umum maupun ODP/PDP/OTG.

“Jadi kita utamakan nakes yang ada di Puskesmas, UGD, Poliklinik, yang banyak pasiennya. Namun rapid test juga untuk beberapa kasus, misalnya keluarga PDP,” kata dr Sri Harso yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang itu. (wid)