60 Persen Ruas Jalan di Wonosobo Rusak Berat, Tahun 2022 Program ‘Ruas Tuntas’

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO– Ruas jalan Kabupaten Wonosobo banyak yang alami kerusakan parah. Salah satunya jalur menuju kampus Unsiq Wonosobo.

Jalur sepanjang kurang lebih 3 kilometer banyak ditemukan lubang besar dan dalam menganga. Bahkan di jembatan Sejadi kondisinya bonyok dan membahayalan pengguna jalan.

Pengguna jalan asal kelurahan kalibeber, Robbit Hasan(26) mengatakan, jalan raya Kalibeber dari argopeni hingga tembus jawar amburadul. Harus ada perhatian dari pemkab.

“Mobilitas jalur itu tinggi, tapi kondisinya rusak parah, banyak lubang membahayakan, dan sering memicu kecelakaan tunggal,” katanya.

Disebutkan, bahwa meski saat ini kondisi pandemi covid 19, jalur Kalibeber merupakan jalur pendidikan dan pesantren sehingga selalu ramai.

“Kami lihat yang paling parah di jembatan Sejadi, sering terjadi kecelakaan,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Wonosobo, Wahyu Lembusuro Nugroho mengatakan, memang banyak jalan rusak di Wonosobo. Pihaknya merencanakan anggaran untuk penyelesaian pembangunan jalan rusak melalui program ‘Ruas Tuntas’ di tahun 2022 mendatang.

“Lewat program tersebut diharapkan seluruh jalan yang ada di Wonosobo akan mulus,” katanya.

Baca juga
TMMD Reguler Wonosobo ke-110 Songsong Kesejahteraan Rakyat

Menurutnya, sebanyak 60 persen ruas jalan di daerah pegunungan ini dalam kondisi bonyok alias rusak berat. Dari kurang lebih 1.000 kilometer ruas jalan kabupaten di Wonosobo, baru sekitar 400 kilometer jalan yang dalam kondisi baik atau layak dilalui.

“Sisanya atau sekitar 600 kilmeter jalan kabupaten kondisinya bonyok atau rusak. Sehingga jalan susah dilalui warga setempat,” ungkapnya.

Jalan yang rusak, tersebar di 15 wilayah kecamatan yang ada. Kondisi geografis daerah pegunungan dan curah hujan yang tinggi menjadi pemicu jalan cepat rusak.

“Selain itu, kualitas pengerjaan jalan yang rendah membuat kerusakan jalan kian bertambah. Jalan belum lama dibangun sudah langsung rusak. Tidak dalam hitungan tahun, hanya dalam beberapa bulan saja aspal sudah mengelupas,” keluhnya.

Artikel Menarik Lainnya :  PTM Sudah Jalan, Vaksinasi Pelajar di Wonosobo Masih Cukup Rendah

Kondisi jalan yang rusak berat tersebut ditemukan rombongan Komisi C DPRD Wonosobo ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) lapangan di beberapa daerah belum lama ini.

“Jalan rusak yang menghubungkan antar desa dan paling parah ada di wilayah Kalikajar, Sapuran, Leksono, Watumalang, Kepil, Kalibawang, Sukoharjo dan Kaliwiro. Jalan berlubang dan tergenang air sudah seperti kali asat,” tegasnya.

Jalan itu, katanya, merupakan infrastruktur yang sangat penting bagi sebuah daerah. Karena kondisi jalan yang baik akan mempengaruhi perkembangan ekonomi masyarakat sekitarnya.( gus)