53 BUMDes di Wonosobo Sudah Menghasilkan Profit

PABUWON. Pengukuhan Pengurus Paguyuban BUMDes Wonosobo (Pabuwon) Masa Bakti 2022-2026 di Pendopo Bupati, Senin (21/3).
PABUWON. Pengukuhan Pengurus Paguyuban BUMDes Wonosobo (Pabuwon) Masa Bakti 2022-2026 di Pendopo Bupati, Senin (21/3).

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES. COM Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memiliki peran yang penting. Terutama dalam rangka meningkatkan kemakmuran dan pemerataan kesejahteraan masyarakat desa. BUMDes diharapkan menjadi penggerak ekonomi di desa. Targetnya adalah desa mandiri, tidak tergantung lagi dari dana pemerintah.

“BUMDes sebagai lembaga perekonomian desa memiliki tugas strategis, sebagai penggerak ekonomi desa melalui pemberdayaan masyarakat dan sumber daya lain yang ada di desa. Berbagai penguatan, termasuk kelembagaan dan pengelola BUMDes, harus terus-menerus dilakukan,” ungkap Wakil Bupati Wonosobo, Muhammad Albar, dalam Pengukuhan Pengurus Paguyuban BUMDes Wonosobo (Pabuwon) Masa Bakti 2022-2026 di Pendopo Bupati, Senin (21/3).

Menurutnya, Pemkab Wonosobo mengajak seluruh pihak untuk saling bergandengan tangan, dalam memajukan perekonomian desa. Termasuk Pabuwon sebagai organisasi yang menjadi wadah advokasi atau pendamping pengembangan usaha bersama, dalam pendirian dan peningkatan kapasitas BUMDes di wilayah Kabupaten Wonosobo.

“Saya harap Pabuwon dapat menjalankan perannya dalam mendampingi BUMDes, untuk dapat secara produktif memberdayakan seluruh sumber daya yang ada di desa. Sesuai dengan visi Pabuwon sebagai wadah untuk mewujudkan desa yang mandiri secara ekonomi dengan penguatan dan sinergitas antar BUMDes di Kabupaten Wonosobo,” pintanya.

Albar juga berharap kepada seluruh jajaran pengurus Pabuwon, untuk dapat menyusun program kerja yang dapat berjalan beriringan, dengan program dan visi-misi Kabupaten Wonosobo tahun 2022-2026. Terutama Program Unggulan Wonosobo Makmur, yang salah satunya akan diimplementasikan melalui pengembangan BUMDes.

“Hal ini dilakukan untuk mendorong BUMDes agar lebih berperan dan produktif sebagai lembaga ekonomi desa, dalam upaya meningkatkan perekonomian desa melalui peningkatan kapasitas kelembagaan dan pengelola BUMDes, serta peningkatan strata BUMDes sebagai lembaga keuangan desa dan lembaga pendukung pertanian desa,” katanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban BUMDes Wonosobo Masa Bakti 2022-2026, Sigit Budi Martono, menyampaikan bahwa BUMDes diharapkan menjadi penggerak ekonomi di desa, dimana targetnya adalah desa mandiri, tidak tergantung lagi dari dana pemerintah.

“Itu target dan tugas yang cukup berat, tetapi Pabuwon optimis dengan dukungan banyak pihak, baik dari kalangan birokrasi, akademisi dan praktisi dunia usaha. InsyaAllah Pabuwon bisa untuk membangun Wonosobo melalui BUMDes di desa desa di seluruh Wonosobo,” ucapnya.

Menurutnya, hingga saat ini ada 153 BUMDes yang tergabung dalam Pabuwon, dengan berbagai bidang usaha. Dari mulai pariwisata, mengelola pasar desa, mengelola air, usaha pertanian dan perikanan, peternakan, grosir sembako, jasa keuangan simpan pinjam, bidang kerajinan, pengelolaan sampah dan lain lain.

“Ini merupakan potensi yang sudah dijalankan oleh BUMDes, dan sudah bisa menghasilkan profit, baik yang besar maupun yang kecil,” bebernya.

Namun pihaknya juga menyadari bahwa ternyata BUMDes belum menjadi perhatian serius. Padahal kalau melihat potensi yang ada di BUMDes itu luar biasa. Sebab, tahun ini semua desa sudah punya BUMDes, kalau satu BUMDes mengelola aset Rp200 juta saja, dikalikan 256 desa itu merupakan daya yang cukup besar.

“Tapi kenapa itu tidak menjadi perhatian. Ini menjadi peluang untuk kita kelola bareng bareng. BUMDes menarik untuk kita kelola bersama sama, untuk meningkatkan ekonomi Wonosobo lewat desa,” pungkasnya. (gus)