5 Proposal UNIMMA Lolos Pendanaan Dirjen Dikti

LOLOS PENDANAAN. Lima kelompok program KBMI UNIMMA berhasil lolos mendapatkan pendanaan dari Dirjen Dikti.
LOLOS PENDANAAN. Lima kelompok program KBMI UNIMMA berhasil lolos mendapatkan pendanaan dari Dirjen Dikti.

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG  – Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) berhasil meloloskan 5 kelompok mahasiswa yang mendapatkan pendanaan dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) tahun 2020. Pendanaan itu diberikan karena kelima proposal Program Kegiatan Bisnis Manajemen Mahasiswa (KBMI) ini telah lolos seleksi.

Ketua Lembaga Pengembangan Mahasiswa dan Alumni (LPMA) UNIMMA Ns Margono MKep mengatakan, jumlah proposal yang lolos pendanaan pada tahun 2020 ini lebih besar ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun lalu hanya lolos satu proposal, tapi tahun ini ada 5 proposal. Tentu ini sangat membanggakan bagi UNIMMA,” katanya, Kamis (6/8).

Kelima proposal tersebut empat di antaranya berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) antara lain judul Kyra Suara, landS.co, Shiboriku, Babyboss, dan Geprek Pitu dari Fakultas Teknik.

Margono menjelaskan bahwa program KBMI merupakan salah satu bentuk penumbuhan karakter, minat, dan bakat mahasiswa dalam berwirausaha yang berbasis ilmu pengetahuan teknologi. Selain itu, juga mendorong tumbuhnya calon pengusaha muda di Perguruan Tinggi.

“Program ini juga menjadi salah satu cara untuk mendukung implementasi kebijakan terkait Merdeka Belajar-Kampus Merdeka,” jelas Margono.

Sementara itu, Rektor UNIMMA, Dr Suliswiyadi MAg memberikan apresiasi atas pencapaian yang diraih kelompok mahasiswa tersebut. Dia berharap prestasi ini bisa memberikan pelecut semangat bagi mahasiswa lain ke depannya.

“Capaian ini tentu saja membanggakan bagi kampus. Karena bisa membawa UNIMMA mendapat peringkat kedua Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah se-Indonesia sebagai penerima dana program KBMI,” pungkasnya. (wid)

Artikel Menarik Lainnya :  Polisi Ungkap Kasus Penyalahgunaan Psikotropika di Magelang. Tersangka yang WNA Berdalih Tidak Paham Hukum di Indonesia