4 Tahun Mati Suri, Dewan Kesenian Kota Magelang Dibangkitkan Kembali

Ketua DPRD Kota Magelang, Budi Prayitno memberikan sambutan, saat pemilihan di mana Muhammad Nafi terpilih sebagai ketua DKKM, kemarin. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
SAMBUTAN. Ketua DPRD Kota Magelang, Budi Prayitno memberikan sambutan, saat pemilihan di mana Muhammad Nafi terpilih sebagai ketua DKKM, kemarin. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Muhammad Nafi terpilih sebagai Ketua Dewan Kesenian Kota Magelang (DKKM) periode 2021-2024 dalam musyawarah daerah organisasi tersebut di Gedung Wanita Magelang, Jalan Veteran, kemarin. Pemilihan ketua ini sekaligus membangkitkan kembali DKKM yang vakum sejak tahun 2017 lalu.

Muhammad Nafi, terpilih dari 150 seniman di Kota Magelang yang memberikan suara. Di bawah kepemimpinannya, Nafi ingin menjalankan kembali DKKM.

Untuk diketahui, DKKM vakum sejak 2017 setelah rantai komando kepengurusan tidak berjalan. Hal ini juga sebagai akibat carut marutnya perumusan AD/ART yang tidak kunjung selesai. Bahkan sejak kepengurusan pertama DKKM.

Organisasi para seniman ini merupakan modifikasi dari DKD (Dewan Kesenian Daerah) Kota Magelang yang turut vakum, hingga akhirnya dibangkitkan kembali pada tahun 2003.

“Dewan Kesenian sebagai asosiasi bagi para pelaku seni dan budaya mempunyai tantangan yang berat di tengah-tengah suasana yang belum menentu terutama karena pandemi seperti sekarang ini. Untuk itu perlu melihat ke dalam untuk penataan kesiapan diri secara organisatoris dan melihat keluar dalam rangka bersiap menghadapi tantangan yang ada,” kata Muhammad Nafi.

Menurut dia, dalam kepengurusan periode sekarang ini yang terpenting adalah penataan organisasi. Kemudian membangun kapasitas jejaring dan jalinan koordinasi kelembagaan yang ada.

“Beranjak dari hal-hal yang baik di masa lalu tentu akan terus kita lakukan. Bila perlu kita tingkatkan dan juga mendorong inovasi-inovasi baru untuk ke depan yang lebih baik,” jelasnya.

Ada 10 calon ketua yang diusulkan antara lain Nabila Rifany, Henokh Aldebaran Ngili, Muhammad Nafi, Danu Wiratmoko, Ahmad Kadaffi, Katri Andriyanto, Andika John, Sholahuddin, Lira de Blauw, dan Bagus Priyana.

Kemudian dikerucutkan menjadi tiga calon yaitu Danu, Nafi, dan Bagus, yang akhirnya diambil voting secara tertutup, dengan hasil Danu mendapat 6 suara, Nafi 52 suara, dan Bagus 4 suara. Sedangkan 7 di antaranya dinyatakan tidak sah.

Artikel Menarik Lainnya :  Inovasi Pengrajin Batik Bangkit dari Pandemi Covid-19

Ketua DPRD Kota Magelang, Budi Prayitno yang turut hadir pada acara tersebut mengatakan bahwa dalam rangka menghadapi situasi dan kondisi di akhir tahun 2021 ini semua sektor pembangunan harus terus dipacu. Hal tersebut bertujuan supaya masyarakat dapat dengan segera merasakan manfaatnya pembangunan itu sendiri.

“Pada dasarnya pembangunan itu tidak hanya infrastruktur, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia dan bidang lain, termasuk kesenian,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai, kesenian memiliki pengertian dari berbagai sisi. Pendidikan, misalnya menjadikan seni memiliki filosofi dan perlu adanya pembelajaran untuk mempelajarinya. Bukan hanya dalam pendidikan informal tetapi juga perlu adanya pendidikan formal.

“Berbicara tentang seni budaya di Kota Magelang, maka dapat dikatakan bahwa Kota Magelang memiliki banyak potensi. Sebagian ada yang sudah tergarap dengan baik, terbina, terwadahkan, dan tersalurkan, sehingga memberi manfaat yang besar bagi berbagai pihak,” jelasnya. (wid)