4 Pendeta Gadungan Ditangkap Polisi, Begini Modusnya…

Pendeta Gadungan di Tangkap di Magelang
Wakapolres Magelang Kota Kompol Supriyadi, saat memimpin konferensi pers di Mapolres Magelang Kota, Selasa (12/10)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Sat Reskrim Polres Magelang Kota Kota berhasil mengungkap kasus penipuan dan atau penggelapan di wilayah Kota Magelang yang menyebabkan  korban menderita kerugian sebanyak puluhan juta rupiah.

Wakapolres Magelang Kota Kompol Supriyadi, saat memimpin konferensi pers di Mapolres Magelang Kota, Selasa (12/10) mengatakan, Sat Reskrim berhasil mengamankan empat tersangka dan barang bukti berupa uang tunai milik korban. Keempat pelaku berinisial AM (Sulawesi Selatan), SD (Kalimantan Barat), SS (Jakarta Utara), dan II (Sulawesi Tengah) yang berpura-pura mengaku menjadi sebagai pendeta yang akan menyumbang ke gereja dengan meminta tolong menitip transferan ke korban berinisial MJS (70). “Modus dari empat tersangka berpura-pura mengaku menjadi pendeta yang akan menyumbang gereja dengan meminta tolong korban untuk menitip transfer uang dengan iming-iming akan diberikan imbalan sehingga korban terpedaya,” ungkap Supriyadi.

Supriyadi menambahkan, setelah terpedaya, korban memberikan ATM beserta nomer PIN nya kepada tersangka. Seusai bertransaksi, kartu ATM milik korban di tukar dengan kartu ATM yang tidak berlaku. “Korban mengalami kerugian berupa uang tunai sebanyak Rp 38.606.852,’’ terang dia.

Karena merasa ditipu, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Magelang Kota, dan 10 hari setelah kejadian akhirnya keempat pelaku berhasil diamankan di daerah Cipanas Cimanganten, Garut, Jawa Barat.. “Dari tangan pelaku, petugas menyita 143 ATM dari berbagai BANK, uang tunai Rp 10 juta hasil penipuan dan uang tunai Rp 100 ribu beserta 1 bandel potongan kertas warna pink. Dan atas perbuatannya, keempat pelaku diancam hukuman maksimal 4 tahun penjara, dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP,” pungkas Kompol Supriyadi.

Sedangkan menurut keterangan salah satu pelaku, yakni AM, mengakui kalau aksinya ini dilakukan dengan trik mengiming-imingi dan tidak ada gendam dan hasil dari kejahatannya ini dibagi rata oleh empat pelaku.

Artikel Menarik Lainnya :  Inilah yang Dilakukan Dosen Untidar saat Melakukan Pengabdian di Desa Sukosari, Bandongan...

“Kami tidak pendeta, dan kami hanya mengaku-ngaku aja. Dan kami melakukan aksi jahat ini juga baru kali ini,” ucap AM.(hen)