39 Siswa SMK di Tegal Tidak Lulus

39 Siswa SMK di Tegal Tidak Lulus
39 Siswa SMK di Tegal Tidak Lulus

MAGELANGEKSPRES.COM,SLAWI – Sedikitnya 39 siswa SMK yang ada di Kabupaten Tegal dinyatakan tidak lulus di tahun pelajaran 2019/2020. Banyak faktor yang mengakibatkan mereka dinyatakan tidak lulus sekolah tahun ini.

Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Imron Effendi menyatakan, di jenjang SMK, kelulusan siswa dapat ditentukan oleh beberapa hal.

“Bisa berdasarkan nilai praktik kerja lapangan, portofolio, dan nilai praktik selama lima semester terakhir,” ujarnya, Senin (4/5).

Jumlah peserta yang sempat tercatat mengikuti Ujian Sekolah sebanyak 11.285 siswa. Yang dinyatakan lulus sebanyak 11.246 siswa. Dengan dibatalkannya Ujian Nasional tahun pelajaran 2019/ 2020. Otomatis keikutsertaan Ujian Nasional tidak menjadi syarat kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Adapun penentuan kelulusan peserta didik didasarkan pada empat kriteria kelulusan. Yaitu menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai sikap atau perilaku minimal baik, memiliki nilai Ujian Sekolah, dan memperoleh nilai sesuai Standar Kelulusan Minimal (SKM) yang ditetapkan oleh satuan pendidikan. Mereka yang dinyatakan tidak lulus di masing-masing satuan pendidikan, karena yang bersangkutan tidak mengikuti Ujian Sekolah.

“Terkait Ujian Sekolah, pelaksanaan dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi, penugasan, tes daring, dan atau bentuk asesmen jarak jauh lain tanpa mengumpulkan peserta didik di suatu tempat,” ungkapnya.

Sementara nilai Uji Kompetensi Keahlian (UKK) untuk siswa SMK diambil dari rata-rata nilai praktik semester I-V. Untuk SMK 3 tahun dan semester I-VII untuk SMK 4 tahun. Sebagai ganti UKK tidak dilaksanakan, sekolah dapat membuatkan skill passport, yakni sertifikat berisi nilai mata pelajaran produktif nilai-nilai dari kelas X, XI, dan XII.

“Sekolah dapat melaksanakan dan memfasilitasi pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi bagi peserta didik tahun 2019/2020. Setelah mereka dinyatakan lulus sekolah serta situasi dalam masa darurat Covid-19 telah kembali pulih dan aman,” tegasnya. (her/gun)