37 Dai Ramadan Mahasantri Diterjunkan ke Desa di Wonosobo

KKM. Pelepasan KKM yang dihadiri Sekretaris Daerah One Andang Wardoyo beserta Kementrian Agama dan Anggota DPRD.
KKM. Pelepasan KKM yang dihadiri Sekretaris Daerah One Andang Wardoyo beserta Kementrian Agama dan Anggota DPRD.
WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COMSebanyak 37 Dai Ramadan Mahasantri Ma’had Aly Al Mubaarok Manggisan dilepas untuk mengikuti Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), Kamis (31/3) di Pondok Pesantren Al Mubaarok Manggisan Wonosobo.
Nantinya, Mahasantri tersebut akan diterjunkan di desa sesuai permintaan sebelumnya guna menyebarkan nilai Islam rahmatan lil’alamin di bulan Ramadan 1444 H ini.
Pengasuh Ponpes Al Mubaarok Manggisan Wonosobo, KH Nur Hidayatullah mengatakan, tujuan diterjunkannya Mahasantri ke desa se-Wonosobo tersebut guna mengimplementasikan pemikiran dan pengembangan ilmu pengetahuan para santri dalam upaya mengamankan Indonesia dari perpecahan dan situasi yang kurang kondusif.
“37 Mahasantri ini, akan kami sebarkan di beberapa desa di Wonosobo yang berbasis pada masjid dan musala di wilayah tersebut, dengan tujuan untuk mengembangkan pola pemikiran para santri akan Islam yang rahmatan lil’alamin. Hal ini kami lakukan guna upaya mengamankan Indonesia dari perpecahan dan situasi yang kurang kondusif dimulai dari hal-hal yang kecil,” katanya.
Menurutnya, kegiatan yang baru dilaksanakan pertama kali ini, ke depan akan dilaksanakan setiap tahun sesuai dengan tingkatan tertentu. Selain itu perlunya melakukan pembinaan karakter masyarakat dengan mendata permasalahan terkait keagamaan yang berkembang di desa tersebut.
Sementara itu, koordinator KKM Ponpes Al Mubaarok, Agus M Fahmi Aula Hidayat mengatakan, rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan selama KKM, berfokus pada kegiatan keagamaan yaitu membangunkan sahur, salat berjamaah subuh, kuliah subuh, khidmad Pendidikan TPQ, persiapan takjil buka puasa, imam sholat 5 waktu,dan tadarus malam.
Agus mengaku, Mahasantrinya sudah dibekali dengan berbagai pengetahuan seperti tartil Quran, pengetahuan baca kitab, dan praktik khitobah. Harapnya, Mahasantri mampu menyesuaikan dan mengelola keadaan masjid dan musala dengan bijaksana jika ada perbedaan tradisi.
“Kami sebelumnya sudah membekali para Mahasantri ini dengan pengetahuan keagamaan yang harus mereka implementasikan, mulai dari bangun tidur sampai dengan tidur kembali,” jelasnya.
Pelepasan KKM yang dihadiri Sekretaris Daerah One Andang Wardoyo beserta Kementrian Agama dan Anggota DPRD. (gus)