3.300 Ibu Hamil di Temanggung Berpotensi Lahirkan Bayi Stunting

Berpotensi Lahirkan Bayi Stunting
IKRAR. Jajaran pemerintahan di Temanggung mengikrarkan untuk pencegahan stunting di halaman gedung pemuda 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Sebanyak 3.300 dari sekitar 13.000 an ibu hamil di Kabupaten Temanggung mengalami kekurangan energi kronis. Kondisi seperti ini memungkinan akan melahirkan bayi stunting.

“Ini kalau tidak ditangani segera maka kemungkinan akan melahirkan bayi yang stunting,” kata Kepala Dinas Kesehatan Temanggung Supardjo usai Pencanangan gerakan Hidup Sehat di Halaman Gedung Pemuda, Rabu (27/11).

Selain 3.300 ibu hamil yang kekurangan energi kronis, ada 5.700an ibu hamil di Temanggung juga megalami kekurangan darah. Oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan status gizi untuk pencegahan stunting.

Baca Juga
Polisi Kirim Sampel Makanan ke Lab, Penyebab Keracunan di Ponpes Temanggung Belum Diketahui

“Maka cara yang paling bagus yakni dengan cara melakukan pencegahan dengan meningkatkan status gizi ibu hamil,” tegasnya.

Stunting sendiri merupakan kondisi seorang anak yang tidak mendapatkan asupan gizi yang baik atau masalah kekurangan gizi kronik pada masa awal pertumbuhannya.

Supardjo menjelaskan, dampak dari stunting yakni perawakan pendek yang diikuti dengan turunnya IQ kecerdasan pada anak. Biasanya anak-anak yang lahir stunting kalau dalam dua tahun tidak bisa dikejar untuk mencapai pertumbuhan yang optimal.

“Nanti rapornya menjadi merah-merah , identik dengan anak-anak kurang cerdas dan buntutnya bisa menjadi pengangguran produktivitasnya rendah,” jelasnya.

Indikasi dari stunting ini yakni pada saat lahir panjang bayi hanya sekitar 46 sampai 47 sentimeter saja, sedangkan bayi normal panjangnya mencapai 50,5 sentimeter.

“Jika sejak lahir bayi panjangnya hanya 46-47 sentimeter saja, maka sejak lahir sudah stunting. Namun masih ada waktu sampai dua tahun untuk mengejarnya. Kalau sudah lebih dari dua tahun seandainya bisa mengejar tinggi badan hanya tambah sedikit tapi untuk kecerdasannya sudah tidak bisa kembali waktunya hanya dua tahun,” katanya.

Baca juga
Diduga Ada Kecurangan, Tiga Kandidat di Madyocondoro, Magelang Tolak Hasil Pilkades

Upaya untuk mencegah stunting yakni pendekatan intervensi sensitif yakni intervensi menangani penyebab langsung maupun tidak langsung dari stunting. Penyebab langsung yakni mal nutrisi atau kekurangan gizi saat ibu hamil sampai 1.000 hari pertama kehidupan bayi dalam kandungan.

Sedangkan tidak langsung, status imunisasi dasar lengkap, kesehatan lingkungan sanitasi dan penyakit menular seperti diare dan penyakit pernafasan akut.

“Ada intervensi sensitif, menangani penyebab dasarnya yakni kemiskinan. Kalau sudah menangani kemiskinan ini sifatnya lintas sektoral jadi harus kerjasama,” terangnya. (set)