285 Bidang Berhasil Diukur Tanam Tumbuh, Warga Pro Quarry Desa Wadas Datangi Polsek Bener Purworejo

BERI BUKET. Sejumlah warga pro quary Desa Wadas mendatangi Mapolsek Bener dan memberikan Buket kepada Kapolsek dan Camat Bener sebagai ungkapan terima kasih atas pengawalan pengukuran tanah dan penghitungan tanam tumbuh di Desa Wadas, kemarin. (foto : eko sutopo/purworejo ekspres)
BERI BUKET. Sejumlah warga pro quary Desa Wadas mendatangi Mapolsek Bener dan memberikan Buket kepada Kapolsek dan Camat Bener sebagai ungkapan terima kasih atas pengawalan pengukuran tanah dan penghitungan tanam tumbuh di Desa Wadas, kemarin. (foto : eko sutopo/purworejo ekspres)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Sejumlah warga pro quarry Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo mendatangi Mapolsek Bener pada Jumat (11/2) siang untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada aparat keamanan yang telah mengawal pelaksanaan pengukuran tanah dan penghitungan tanam tumbuh di Desa Wadas.

Kehadiran warga secara tiba-tiba sempat membuat kaget Forkopimcam Bener yang kebetulan sedang berada di Mapolsek.

Secara simbolis, perwakilan warga juga memberikan bunga paket (Buket) kepada Camat dan Kapolsek Bener sebagai perwakilan pemerintah.

Wagiman (65) salah satu warga Wadas dari Dusun Mberan yang datang ke Mapolsek mengaku senang dengan keamanan yang dilakukan oleh aparat.

“Kita memberikan Buket. Meskipun harganya tidak seberapa, ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada pemerintah,” ujarnya.

Camat Bener, Agus Widiiyanto SIP MSi, menyebut dari target pengukuran lahan terdampak quarry Desa Wadas yakni 346 bidang tanah, sebanyak 285 bidang yang berhasil diukur. Pengukuran dilakukan selama 3 hari, sejak tanggal 8 hingga 10 Februari 2022 dan berjalan dengan lancar.

“Sebanyak 318 untuk tanah bidangnya (identifikasi lahan),  untuk Identifikasi tanam tumbuhnya sebanyak 285 bidang dari target 346 bidang tanah,” sebutnya.

Menurutnya, proses pengukuran dan identifikasi tanam tumbuh berjalan lancar, meskipun pada hari pertama sempat ada insiden pengamanan oleh pihak kepolisian kepada warga kontra tambang. Target bidang yang diukur adalah 346, semua milik warga yang telah setuju dengan penambangan di Desa Wadas.

Kesulitan yang dihadapi tim di lapangan, lanjutnya, adalah medan tanah yang terlalu curam sehingga menyulitkan.

“Dan ada sebagian pemilik lahan yang tidak bisa hadir dalam pengukuran sehingga tim pengukuran tidak bisa menentukan batas-batas tanah yang akan diukur dan diidentifikasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Bener Iptu Setio Raharjo SH,MH menyambut baik kedatangan belasan warga Wadas tersebut. Warga datang ke Mapolsek sekitar pukul 11.05 WIB menggunakan satu unit mobil pick up.

“Mereka datang untuk menyampaikan terima kasih kepada kita untuk pengamanan pengukuran lahan mereka karena hal ini sudah dinanti-nantikan sejak lama,” terangnya. (top)