259 Jamaah Haji Meninggal, 386 Jalani Perawatan

0
286
Jemaah-Haji
259 Jamaah Haji Meninggal, 386 Jalani Perawatan

JAKARTA – Jumlah jamaah haji Indonesia yang meninggal saat menunaikan ibadah haji pada musim 2019 mencapai 200 orang lebih. Umumnya mereka yang meninggal akibat serangan jantung.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) jumlah jamaah yang meninggal mencapai 230 orang. Meski masih tinggi, namun Menkes mengatakan jumlah tersebut masih lebih kecil dari tahun sebelumnya.

Dikatakannya pula, jamaah yang meninggal umumnya karena serang jantung. Selain itu, penyakit paru dan dehidrasi adalah penyakit paling banyak diidap jamaah selama menjalankan prosesi ibadah haji.

“Data Kemenkes angka yang meninggal masih di bawah tahun lalu, tahun ini sekitar 230 jemaah. Sementara ada sejumlah jamaah yang masih menjalani perawatan. Ini yang kita khawatirkan, ada di RS Saudi Arabia ada 240-an, sedangkan di kantor haji Indonesia di Mekkah 126 jemaah, di Madinah nol. Faktornya, karena jantung,” ujar Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek, Selasa (20/8).

Namun berdasarkan data sistem informasi dan komputerisasi haji (Siskohat) Kemenag, Senin (20/8) pukul 19.00 WAS (Waktu Arab Saudi) jumlah jamaah wafat telah mencapai 259 jamaah. Sedangkan yang menjalani perawatan sebanyak 386 jamaah.

Dengkan kondisi yang demikian, Nila berharap, jamaah calon haji yang belum memperoleh kepastian keberangkatan, untuk tetap menjaga kesehatannya. Dan harus rutin memeriksakan kesehatan.

“Kita sudah niat dan daftar tapi belum tahu dapatnya kapan. Dan sejak itu, kita sudah jaga kesehatan karena nanti persis mau naik haji kita minta satu tahun sebelumnya dilakukan pemeriksaan,” ungkapnya.

Untuk itu, Nila mengingatkan bagi jamaah calon haji untuk mengikuti kepesertaan BPJS kesehatan.

“Karena itu harus jadi peserta BPJS dan bisa rutin melakukan kesehatan di puskesmas dan bisa dijaga kesehatannya. Selain itu dilakukan tim preventif dan ada yang dampingi untuk ingatkan minum obat dan ada tim gerak cepat,” tandas dia.

Sehingga tim gerak cepat ini, tim lainnya sangat berperan untuk melakukan tindakan preventif. Dan tahun ini angka kesakitan atau meninggal jauh di bawah dari tahun lalu.

“Paling banyak meninggal karena jantung, kalau sakit bisa dehidrasi. Umumnya itu sesak napas. Apalagi ini yang banyak orang tua dengan penyakit paru dan memang kondisi cuaca panas dan kering dan kelelahan mempengaruhi,” tandasnya.

Berdasarkan data Siskohat Kemenag, Senin (20/8) pukul 19.00 WAS (Waktu Arab Saudi) jumlah jamaah wafat mencapai 259 jamaah. Sedangkan yang menjalani perawatan sebanyak 386 jamaah.

Total jamaah yang meninggal di Madinah sebanyak 18 jamaah, Jeddah 3 jamaah, Makkah 184 jamaah, Arafah 8 jamaah, Muzdalifah 1 jamaah dan 26 jamaah di Mina. Sementara jamaah haji khusus yang meninggal ada 19 orang.

Sedangkan yang menjalani perawatan inap sebanyak 386 jamaah. Mereka tersebar di KKHI Makkah sebanyak 125 jamaah, rumah sakit Arab Saudi (RSAS) di Makkah sebanyak 245, RSAS di Madinah 3 orang, RSAS Jeddah 6 orang dan RSAS Mina ada 7 orang.(gw/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here