25 Produk Inovatif Bersaing dalam Lomba Krenova Purworejo 2021

INOVASI. Salah satu peserta mempresentasikan inovasinya kepada dewan juri dalam penialian hari pertama Lomba Krenova 2021 di Aula Bappeda Purworejo, kemarin. (Foto: eko)
INOVASI. Salah satu peserta mempresentasikan inovasinya kepada dewan juri dalam penialian hari pertama Lomba Krenova 2021 di Aula Bappeda Purworejo, kemarin. (Foto: eko)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Sebanyak 25 inovator bersaing menampilkan hasil kreativitas dan inovasinya dalam Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Tahun 2021 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Purworejo. Berbagai produk inovatif potensial bermunculan dan dinilai perlu ditindaklanjuti untuk kepentingan pengembangan daerah.

Penilaian lomba melalui presentasi dan tanya jawab dilakukan selama dua hari, Rabu-Kamis (8-9/9), di Aula Bappeda  Purworejo.  Sebanyak 13 peserta dinilai pada hari pertama, sedangkan 12 peserta lainnya pada hari kedua.

Kabid Renlitbangdal Bappeda Purworejo, Wahyu Mustiko Aji SE MM, saat membuka kegiatan mewakili Kepala Bappeda menyebut, Lomba Krenova merupakan agenda tahunan pemerintah Kabupaten Purworejo bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai apresiasi kepada para mitra dan inovator atau inventor yang secara nyata mendukung dalam memajukan produk inovasi bagi masyarakat luas. Adanya kompetesi diharapkan juga mampu meningkatkan kreativitas dan menumbuhkan inovasi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi antusias masyarakat dalam mengikuti lomba ini. Semoga lomba krenova tidak hanya untuk kepentingan kompetisi, lebih dari dapat menghasilkan bibit-bibit baru terkait inovasi,” sebutnya, Rabu (8/9).

Menurutnya,  sesuai dengan rencana perkembangan struktur organisasi, ke depan Kelitbangan akan semakin besar dan semakin diperlukan untuk kemajuan Purworejo. Semakin tinggi nilai hasil Kelitbangan atau kreativitas dan inovasi masyarakat, semakin tinggi pula daya saing Purworejo dengan kabupaten/kota lain di Indonesia.

Melihat sejumlah inovasi peserta, pihaknya optimistis tahun ini Purworejo dapat kembali berprestasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Kami berharap semoga nantinya para pemenang akan dapat memperoleh nominasi juga di tingkat provinsi. Pada tahun 2020, inovasi bidang industri kreatif berjudul Gaweo atau Dawet Instan Khas Purworejo menjadi nominator 10 besar dan saat ini masih menunggu pengumuman 3 besar,” tandasnya.

Sama seperti tahun sebelumnya, ada berbagai aspek temuan bidang teknologi dan penerapan yang dapat diusung peserta. Beberapa diantaranya yakni aspek agribisnis dan pangan, energi, kehutanan dan lingkungan hidup, serta kelautan dan perikanan. Ada pula aspek kesehatan, obat-obatan dan kosmetik, pendidikan, rekayasa dan manufaktur, kerajinan dan industri rumah tangga, serta sosial.

Artikel Menarik Lainnya :  PPKM Level 3, PTM Terbatas di Purworejo Diikuti 50 Persen Siswa

Dalam melakukan penilaian, Bappeda melibatkan 5 juri yang berasal dari unsur Bappeda, akademisi, praktisi, dan media.

“Untuk tahun ini, khususnya pada penilaian hari pertama lebih didominasi bidang teknologi informasi dan komunikasi. Meskipun bidang lain juga banyak bermunculan,” kata Kabid Ekonomi dan pengembangan Wilayah (EPW) Bappeda selaku Ketua Dewan Juri, Anggit wahyu Nugroho SSi MAcc.

Menurut Anggit, inovasi baru bermunculan dalam Krenova tahun ini. Beberapa di antaranya perlu ditindaklanjuti, antara lain melalui diseminasi bersama dinas atau stakeholder terkait, sehingga nantinya dapat dikembangkan dan bermanfaat untuk kemajuan daerah.

“Banyak yang potensial, tadi ada aplikasi-aplikasi yang sudah memasyarakat dan bisa dimanfaatkan oleh Pemda. Mereka bisa kita temukan dalam sebuah forum, lalu kerja bareng membangun sistem. Apalagi kita punya orientasi smart city,” ungkapnya. (top)