Taman Kyai Langgeng Bakal Dijadikan Glamping Isolasi Mandiri

WISATA ISOMAN. Taman Kyai Langgeng Kota Magelang mewacanakan mendirikan glamping pasien isoman sebagai dorongan psikologis sekaligus mempercepat proses penyembuhan di tengah gelombang kenaikan kasus Covid-19 saat ini. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
WISATA ISOMAN. Taman Kyai Langgeng Kota Magelang mewacanakan mendirikan glamping pasien isoman sebagai dorongan psikologis sekaligus mempercepat proses penyembuhan di tengah gelombang kenaikan kasus Covid-19 saat ini. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Pengelola Perumda Objek Wisata Taman Kyai Langgeng Kota Magelang mewacanakan diri menjadi tempat wisata bagi warga yang tengah melakukan isolasi mandiri (isoman). Wisata isoman ini diharapkan mengurangi tingkat stress pasien sehingga penyembuhan bisa dilakukan dengan cepat.

Hal itu dikatakan Direktur Utama Taman Kyai Langgeng, Arif Taat Ujiyanto, kemarin. Pihaknya siap berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan Satgas Penanganan Covid-19 untuk menghadirkan wisata isoman tersebut.

“Taman Kyai Langgeng kan wilayahnya luas, sekitar 27 hektar, kenapa kita tidak menjadikannya lokasi wisata isoman. Setelah pertemuan ini kita lihat peluangnya seperti apa, memungkinkan atau tidak,” katanya.

Dia menjelaskan, ide itu muncul setelah melihat data warga yang isoman, terutama orang tanpa gejala (OTG), rupanya jumlahnya cukup banyak di Kota Magelang. Dia ingin, pasien isoman bisa lekas sembuh dengan dorongan psikologis yang kuat.

“Ditambah suasana alam TKL juga mendukungnya, karena selain luas, oksigen pun akan lebih tinggi dibandingkan di rumah atau bahkan di isolasi terpusat di hotel,” ujarnya.

Arif pun berencana mengombinasikan wisata isoman ini dengan wisata yang sekarang sedang hits, yakni glamping (glamor camping). Pihaknya menyiapkan tenda-tenda lux, fasilitas lengkap dan nyaman, dan akses yang terbatas khusus untuk wisata isoman.

“Bisa juga kita hadirkan tempat-tempat ngopi, bahkan di sungai bisa kita petakan dan taruh ikan untuk memancing. Jadi, warga yang isoman bisa sambil piknik, cepat sembuh. Tapi syaratnya harus jaga jarak dan prokes,” ungkapnya.

Terkait dampak pandemi terhadap okupansi wisata di TKL, Arif mengaku sangat besar. Pemasukan utama dari TKL ini adalah pengunjung yang otomatis jumlah pengunjung merosot tajam, terutama saat pemberlakukan PPKM Darurat yang memaksanya harus tutup total.

Artikel Menarik Lainnya :  Satpol PP Kota Magelang Belum Temukan Pelanggaran PPKM Fatal

“Tempat pariwisata harus tutup, otomatis tidak ada pengunjung masuk. Tidak ditutup pun, dengan kondisi pandemi wisatawan masih khawatir untuk berwisata sehingga, sebelum ditutup jumlah pengunjung tidak banyak,” paparnya.

Melihat kondisi ini, ia mengambil strategi beradaptasi dengan kondisi. Pihaknya menekankan kepada marketing untuk menguatkan brand wisata sehat di taman yang pernah meraih predikat sebagai taman terbaik di Indonesia ini.

“Jadi, jangan khawatir setelah PPKM selesai dan diperkenankan untuk berwisata kita sangat memungkinkan untuk menerapkan prokes ketat. Dari tempat yang luas memungkinkan untuk jaga jarak, tiap titik ada tempat cuci tangan, dan nuansa alam yang luar biasa yang dapat meningkatkan imun,” terangnya. (wid)