Pemotongan Hewan Kurban di Kota Magelang Menggunakan Restraining Box

ALAT PEMOTONG. Pemkot Magelang melalui Disperpa menggunakan restraining box untuk memudahkan proses pemotongan hewan di sela perayaan Idul Adha 1442 H, kemarin. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
ALAT PEMOTONG. Pemkot Magelang melalui Disperpa menggunakan restraining box untuk memudahkan proses pemotongan hewan di sela perayaan Idul Adha 1442 H, kemarin. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Pemotongan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kota Magelang menggunakan restraining box. Cara ini lebih mudah untuk menunjang kesejahteraan hewan (kesrawan).

Alat ini menyerupai kotak besi besar yang muat untuk seekor sapi. Hewan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kotak besi dan otomatis kepalanya berada di bagian khusus sehingga memudahkan proses penyembelihan. Dengan alat ini maka sapi nyaris tidak bisa berontak sama sekali.

Kepala UPTD RPH dan Laboratorium Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang, drh Diana Widiastuti mengatakan, pemotongan hewan kurban dengan alat ini baru kali ini dilakukan.

“Proses melalui restraning box, penanganan lebih mudah dan kesejahteraan hewan. Untuk itu, sapi tidak stres sehingga mempengaruhi kualitas dagingnya,” katanya, Rabu (21/7).

Ia menambahkan, alat tersebut bisa menangani satu ekor sapi dengan berat di bawah setengah ton. Khusus yang bobotnya di atas 600 kilogram, dibutuhkan alat yang lebih besar lagi.

“Kami punya rencana untuk dibesarkan alatnya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Disperpa Eri Widyo Saptoko mengungkapkan, pemotongan hewan kurban dilakukan mulai Rabu (21/7) sampai, Jumat (23/7) mendatang. Alat itu dibeli, tiap unitnya seharga Rp86 juta.

“Kami memiliki dua unit restraining. Per unit dulu belinya Rp86 juta. Per unit listrik 600 watt,” katanya. (wid)

Artikel Menarik Lainnya :  Industri Kecil Kerajinan Mainan Anak Mulai Bangkit Dari Pandemi