PT KAI Perketat Syarat Penumpang Kereta Api

LAYANI. Seorang petugas PT KAI di Stasiun Kutoarjo saat melayani pendaftaran rapid tes antigen. (Foto: IST)
LAYANI. Seorang petugas PT KAI di Stasiun Kutoarjo saat melayani pendaftaran rapid tes antigen. (Foto: IST)

MAGELANGEKSPRES.COM, PURWOREJO – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerbitkan aturan baru yang lebih ketat untuk calon penumpangnya. Penerbitan aturan baru tersebut dilakukan guna mendukung pemerintah terkait larangan mudik saat Idul Adha.

“Kebijakan itu mulai keberangkatan pada 20 hingga 25 Juli, perjalanan KA jarak jauh hanya diperbolehkan bagi pelaku perjalanan yang bekerja di sektor esensial dan kritikal serta untuk kepentingan mendesak,” ujar Vice President PT KAI Daop 5 Purwokerto Joko Widagdo, dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/7).

Dikatakan, kebijakan tersebut berlaku di seluruh stasiun termasuk Stasiun Kutoarjo. Aturan tersebut mengacu pada SE Kemenhub No 54 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 42 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19.

“Bidang yang menjadi sektor esensial adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, TI dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, dan Industri orientasi ekspor,” papar dia.

Kemudian, sektor kritikal adalah kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi dan distribusi, makanan minuman dan penunjangnya, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan, obyek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi, dan utilitas dasar.

“Para calon penumpang sektor kritikal dan esensial harus menunjukka, surat tanda registrasi pekerja atau surat keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat. Atau, surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon II (untuk pemerintahan) dan berstempel/cap basah atau tanda tangan elektronik,” jelas Joko.

Sementara, kepentingan mendesak yang dimaksud yaitu, para pasien dengan kondisi sakit keras, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang, dan pengantar jenazah non Covid-19 dengan jumlah maksimal lima orang.

Artikel Menarik Lainnya :  Pandemi Tak Jadi Alasan bagi Ansor untuk Berkegiatan

“Dengan menujukkan surat rujukan dari rumah sakit atau surat pengantar dari daerah setempat, atau surat keterangan kematian, atau surat keterangan lainnya,” imbuh dia.

Selain itu, setiap calon penumpang KA jarak jauh harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. “Khusus calon pemunpang KA jarak jauh di Pulau Jawa wajib menunjukkan kartu vaksinasi,” ujarnya.

Dilanjutkan, bagi calon penumpang tidak/belum divaksin dengan alasan medis dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter spesialis dan pelanggan dengan kepentingan mendesak. “Setiap penumpang harus dalam kondisi sehat dan menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar,” tegas Joko.

Setiap petugas di stasiun keberangkatan akan melakukan pemeriksaan seluruh persyaratan bagi calon penumpang. Jika ada yang tidak lengkap, calon penumpangtidak akan diizinkan berangkat dan uang tiket akan dikembalikan 100 persen. (luk)