95 Persen Pegawai Kemenag Wonosobo Salat Id di Rumah

Kantor Kemenag Wonosobo ( IST, http://wonosobo.kemenag.go.id/ )
Kantor Kemenag Wonosobo ( IST, http://wonosobo.kemenag.go.id/ )

MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBO –  Kantor Kemenag Wonosobo pastikan seluruh pegawainya melaksanakan lebaran Idul Adha di rumah masing-masing. Hal ini menyusul adanya instruksi untuk tetap berada dirumah saat perayaan hari kurban itu.

“Hampir 95 persen pegawai kita di Wonosobo khususnya taat pada aturan tersebut. Untuk melaksanakan salat id di rumah bersama keluarganya saja,” ungkap Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wonosobo, Ahmad Farid.

Menurutnya, Kemenag Wonosobo telah mengikuti instruksi dari Kementerian Agama Nomor 17 tahun 2021 tentang peniadaan sementara peribadatan di tempat ibadah, takbiran, Salat Idul Adha serta saat pemotongan hewan kurban. Sehingga seluruh pegawai di bawah kepemimpinannya untuk bisa mengikuti anjuran tersebut.

Dirinya menjelaskan jika pihaknya bisa melihat kepatuhan para pegawainya itu melalui aplikasi khusus yang telah dibuat. Dengan melalui aplikasi PPKM Kemenag Wonosobo dan telah diisi langsung oleh seluruh ASN Non ASN. Sehingga bisa memastikan jika para pegawai tersebut telah melaksanakan aturan dengan baik.

“Dan dari database menunjukan pelaksanaan Salat Idul Adha dilakukan 95 persen ASN/Non ASN. Sementara untuk pelaksanaan takbir keliling menurut input database diketahui 100 persen tidak melakukan takbir keliling,” katanya.

Dengan munculnya kepatuhan tersebut, pihaknya menjelaskan jika hal ini diharapkan bisa memberi dampak positif ditengah masyarakat. Sebab para pegawai ini masih banyak dipercayai oleh masyarakat yang ada di lingkungannya.

“Paling tidak bisa memberi contoh kepada masyarakat luas. Jika ibadah sholat ied itu hukumnya sunnah dan bisa dilakukan dirumah. Sementara saat ini kesehatan masyarakat jauh lebih diutamakan,” terangnya.

Di Tengah situasi Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berjalan ini memang diperlukan kesadaran bersama. Baik dari masyarakat maupun pemerintah itu sendiri. Sehingga pandemi Covid 19 yang masih melanda seluruh daerah ini bisa segera terselesaikan.

Artikel Menarik Lainnya :  Terpapar Covid-19, Hamil Tiga Bulan Meninggal Dunia

“Yang jelas, kita tidak pernah melarang seseorang untuk beribadah. Hanya saja saat ini jumlah kasus yang terkonfirmasi positif itu masih tinggi. Maka menjaga diri jauh lebih penting,” pungkasnya. (gus)