Gangguan Jiwanya Kambuh, Seorang Bapak di Purworejo Tega Aniaya Anak dan Istrinya, 1 Anaknya pun Meninggal

PEMBUNUHAN. Jenazah korban penusukan oleh ayah kandung di Desa Binangun Kecamatan Butuh saat hendak dimakamkan. (Foto lukman)
PEMBUNUHAN. Jenazah korban penusukan oleh ayah kandung di Desa Binangun Kecamatan Butuh saat hendak dimakamkan. (Foto lukman)

MAGELANGEKSPRES.COM, PURWOREJO – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi di RT 1 RW 1 Desa Binangun Kecamatan Butuh Purworejo, Sabtu (17/7) petang sekitar pukul 18.00 WIB. Dalam kejadian yang menggemparkan warga sekitar tersebut, tiga orang mengalami luka tusuk sementara seorang lagi meninggal dunia.

Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito, SH SIK MSI melalui Kapolsek Butuh AKP Sujoto menjelaskan, bermula saat pelaku US (36) mengeluh sudah empat hari tidak bisa tidur dan minta untuk dibelikan obat penenang dengan resep dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ). “Karena emosi dan belum mendapatkan obat, pelaku tiba-tiba marah dan melakukan penganiayaan dengan menusuk dua orang yakni Turiyah (46) dan Ngadiyem (34) istri pelaku,” terang AKP Sujoto saat dimintai konfirmasi, Minggu (18/7).

Lebih lanjut Sujoto mengatkan, karena mengalami tusukan kedua korban lari keluar rumah minta pertolongan. Kemudian Warga berdatangan ke tempat kejadian perkara (TKP) dan dilanjutkan melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib.

Mendapat laporan ada penganiayaan, terang Sujoto, Babinsa Binangun Serda Edy Susilo bersama Petugas Piket Koramil 06 Butuh dan anggota Polsek Butuh langsung mendatangin TKP untuk mengamankan pelaku yang masih di dalam rumah.

“Saat di TKP ternyata didalam rumah ada dua korban lagi, yakni Rafiudin (12) dan Doni Arfianto (7), keduanya anak pelaku sendiri,” ujarnya.

Sedangkan pelaku, imbuh Sujoto, kondisinya bersimbah darah karena berusaha bunuh diri dengan menusukan pisau ke perutnya. Kemudian pelaku bersama tiga korban dievakuasi ke RSUD dr Tjitrowardoyo Purworejo.

“Sedangkan Korban Turiah dibawa ke Klinik Bara Medika Butuh, karena mengalami luka ringan,” ungkap Akp Sujoto.

Sujoto mengungkapkan, akibat kejadian penganiayaan tersebut, korban Doni Arfianto ( anak pelaku) akhirnya meninggal dunia Minggu, (18/7) sekira pukul 07.30 WIB di RSUD dr. Tjitrowardoyo karena mengalami luka yang cukup parah.

Artikel Menarik Lainnya :  Kreatif, Warga di Jatimalang Buka Layanan Bakar ‘Sate’

“Akibat perbuatannya, saat ini pelaku yang diduga pernah memiliki riwayat gangguan jiwa, atau ODGJ kini sudah kami amankan, kita  juga sedang menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan oleh dokter yang menanganinya,” pungkasnya. (luk)