Ganjar: Jika Ada Temuan Covid-19, Harus Ada Tracing

PANTAU. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama jajaran FKPD Temanggung memantau salah satu tempat isolasi di BLK Temanggung, Kamis (15/7). (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
PANTAU. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama jajaran FKPD Temanggung memantau salah satu tempat isolasi di BLK Temanggung, Kamis (15/7). (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar jika ditemukan kasus Covid-19, maka harus segera dilakukan tracing dan testing kepada kontak erat. Bahkan tracing dilakukan minimal kepada 15 orang terdekat.

“Begitu ada kasus harus langsung dilakukan tracing kepada kontak erat, minimal 15 orang dan ditesting semuanya,” kata Ganjar saat berada di Kabupaten Temanggung, Kamis (15/7).

Ganjar menuturkan, semakin banyak masyarakat yang mendapatkan testing, semakin diketahui bagaimana kondisi kesehatan masyarakat saat ini.

“Cara ini jauh lebih baik dan mengantisipasi daripada takut akan citra, nanti ketahuan atau bagaiman itu jangan,” kata Gubernur.

Terkait dengan mobilitas masyarakat di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat ini, mobilitas masyarakat masih sangat dinamis, ada daerah yang kemarin hitam, kemudian merah dan ke kuning.

Oleh karena itu Ganjar mengimbau agar masyarakat semakin mematuhi protokol kesehatan, pencegahan penyebaran Covid-19 sangat butuh peran serta masyarakat.

“Berapapun rumah sakit menyediakan fasilitas tambahan, tenaga medis ditambah, tidak bisa mencegah hanya bisa mengobati, yang bisa mencegah ya diri kita sendiri,” pesannya.

Ganjar mengakui, kondisis selama PPKM Darurat ini memang sangat sulit, namun jika PPKM ini tidak dilakukan makan kondisinya akan jauh lebih berbahaya.

“Saya tahu ini sulit bikin sulit. Namun kalau kita tidak melakukan ini kondisinya jauh lebih berbahaya,” tegasnya.

Ganjar mengatakan, salah satu puskesmas di Kabupaten Temanggung menerapkan sistem jemput bola dalam melakukan vaksinasi, cara ini cukup efektif untuk tidak menimbulkan kerumunan dan mencegah penyebaran Covid-19.

“Jadi kalau dengan sistem mengundang datang ke puskesmas bisa menimbulkan kerumunan, misalkan dari tiga desa yang diundang, warga dari tiga desa itu akan berkumpul, kemungkinan akan terjadi penularan ada. Dengan cara jemput bola ini cukup efektif sekali,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Dampak PPKM Darurat Akan Dirasakan 3-4 Pekan ke Depan

Sementara itu Bupati Temanggung M Al Khadziq mengatakan, pihaknya akan semakin mempercepat vaksinasi kepada masyarakat, sembari menunggu distribusi vaksin dari pemerintah pusat.

“Vaksinasi terus dipercepat lagi, vaksinasi secara masal akan dilakukan sambil menunggu distribusi vaksin,” katanya. (set)