PT.Djarum Siap Serap Tembakau Sampai Habis

Bupati Temanggung HM Al Khadziq melakukan audiensi dengan perwakilan PT Djarum secara virtual di Aula Progo Kantor Bapppeda, Selasa (13/7). (Foto: setyo)
Bupati Temanggung HM Al Khadziq melakukan audiensi dengan perwakilan PT Djarum secara virtual di Aula Progo Kantor Bapppeda, Selasa (13/7). (Foto: setyo)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Bupati Temanggung HM Al Khadziq berharap meskipun saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, namun di masa panen tembakau mendatang pihak pabrikan bisa menyerap tembakau petani Temanggung sampai habis dengan harga tinggi.

Harapan tersebut disampaikan Bupati Temanggung M Al Khadziq saat melakukan audiensi dengan kantor pusat PT Djarum secara virtual di Aula Progo Kantor Bapppeda, Selasa (13/7).

“Dari pertemuan ini pabrikan tetap membeli tembakau dari petani dengan harga tinggi sampai akhir panen raya,” harapnya.

Hadir dalam pertemuan antara lain, Bupati HM Al Khadziq dan Wakil Bupati Heri Ibnu Wibowo. Dari PT Djarum diwakili Direktur Pembelian Sutanto, kemudian Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Nasional Agus Parmudji, dan perwakilan petani dari Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau.

“Tujuan dari audiensi ini, agar tembakau asli Temanggung dibeli dengan harga tinggi sampai habis jangan disisakan. Saya juga meminta agar sistem jual beli diubah, dari sistem titip jual menjadi sistem jual beli kontan, agar tidak menyulitkan petani. Lalu menghilangkan sistem revisi harga dan revisi jumlah yang selama ini sangat menyulitkan dan merugikan petani,” ujar Bupati.

Selain itu, Bupati juga dengan tegas meminta kepada PT Djarum agar sistem kemitraan dengan petani harus memberikan kepastian harga jual yang menguntungkan petani. Jangan seperti selama ini, pelaku kemitraan justru merasa dirugikan karena dibeli dengan harga rendah.

“Saya minta juga agar PT Djarum menerapkan timbangan secara konsekuen tidak melakukan pemotongan timbangan yang merugikan petani,” tegasnya.

Direktur Pembelian PT Djarum Sutanto mengatakan pihaknya siap melakukan pembelian tembakau Temanggung asli dengan dengan kuota minimal 4.000 ton. Meski masa pandemi Covid-19, namun PT Djarum berjanji akan membeli seperti biasa sampai tembakau Temanggung yang asli habis. Namun dalam prosesnya akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, agar aman.

Artikel Menarik Lainnya :  Pemkab Temanggung Semakin Gencarkan Disiplin Prokes di Pasar Tradisional

“Djarum akan tetap membeli tembakau Temanggung yang asli sampai habis namun dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, tetapi berusaha tidak menghambat penyerapan agar tidak mempengaruhi harga,” katanya.

Sutanto juga berjanji akan menindak tegas grader atau opkoper nakal yang melakukan revisi harga dan revisi jumlah yang merugikan petani. Harusnya semua tembakau yang sudah dibeli opkoper kalau sampai ditolak masuk pabrik. Itu menjadi tanggungjawab opkoper atau grader, sehingga beban jangan sampai dilimpahkan kepada petani. (set)