Warga Berebut Ikuti Vaksinasi Massal

VAKSINASI. Sejumlah warga dan wartawan anggota PWI antusias mengikuti vaksinasi massal di gedung balai RW 05 Kelurahan Borokulon Kecamatan Banyuurip, kemarin. (Foto: eko)
VAKSINASI. Sejumlah warga dan wartawan anggota PWI antusias mengikuti vaksinasi massal di gedung balai RW 05 Kelurahan Borokulon Kecamatan Banyuurip, kemarin. (Foto: eko)

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Antusiasme masyarakat untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 cukup tinggi. Hal itu terlihat dalam bakti sosial vaksinasi massal yang digelar oleh Polres Purworejo bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Purworejo, Puskesmas Banyuurip, dan Kelurahan Borokulon, Senin (12/7).

Dalam vaksinasi yang berlangsung di lingkungan Perumahan Pepabri RW 05 Kelurahan Borokulon tersebut, jumlah pendaftar melebihi target awal. Mereka pun berebut hingga ada sejumlah warga yang terpaksa tidak mendapatkan jatah vaksin dan menunda vaksinasinya.

Pelaksanaan vaksinasi dipantau langsung oleh Kapolsek Banyuurip, Camat Banyuurip, Lurah Borokulon,  dan kepala UPT puskesmas Banyuurip.

Aris Himawan SH, Ketua PWI Purworejo, menyebut kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyukseskan gerakan vaksinasi yang sedang digalakan oleh pemerintah pusat sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19. Vaksinasi ini juga menjadi bagian antisipasi kasus positif Covid-19 yang kembali melonjak di beberapa wilayah Purworejo, salah satunya di Kelurahan Borokulon.

Menurutnya, sasaran penerima vaksinasi kali ini adalah warga RW 05 Kelurahan Borokulon dan beberapa anggota PWI Purworejo. Vaksin yang digunakan berjenis Sinovac yang diadakan Polres Purworejo melalui program Gerai Vaksin Presisi Bhakti Kesehatan Bhayangkara untuk Negeri.

“Sedangkan untuk tenaga medis kita bekerjasama dengan Puskesmas Banyuurip,” sebutnya.

Untuk tahap pertama, lanjutnya, vaksinasi dilakukan hari ini di gedung balai RW 05 Kelurahan Borokulon. Selanjutnya vaksinasi tahap kedua dilakukan pada tanggal 9 Agustus 2021 di tempat yang sama.

Lurah Borokulon, Muh Khabib, menjelaskan bahwa dari sasaran awal yang hanya 100 dosis vaksin terdapat 117 orang pendaftar. Sehingga dilakukan penambahan menjadi 110 dosis vaksin. Sedangkan 7 orang pendaftar lainnya terpaksa tidak mendapat jatah vaksin dan menunda vaksinasinya.

“Teknis pendaftarannya kita berkoordinasi dengan ketua RT untuk menginformasikan kepada warga, nantinya warga mendaftar melalui ketua RT. Dari data yang didapat ternyata banyak sekali yang mendaftar dan melebihi sasaran awal, Ini membuktikan antusiasme warga sangat tinggi dalam kegiatan vaksinasi ini,” ungkapnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Kyai Merah Bangun Pesantren untuk Anak Jalanan

Pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bergilir, selama satu hari dimulai pukul 10.00 hingga selesai. “Jadi dilakukan penjadwalan, nanti warga dibagi tiap jamnya bergiliran agar tidak terjadi kerumunan,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Banyuurip, Triwahyuni Wulansari vaksinasi yang telah sukses terselenggara. Pihaknya juga mengharapkan masyarakat memiliki kesadaran yang lebih untuk melakukan vaksinasi sebagai upaya penanggulangan Covid-19. Seperti antusiasme yang terjadi pada kegiatan vaksinasi kali ini.

Untuk antusiasme di Kecamatan Banyuurip sendiri, menurutnya lumayan tinggi. Setiap ada giat vaksinasi yang dilakukan di Puskesmas Banyuurip rata-rata kehadiran mencapai 90 persen. Meskipun, tidak bisa dipungkiri jika masih ada warga yang takut untuk melakukan vaksinasi. Oleh karena itu, selama ini pihaknya getol untuk mengedukasi masyarakat mengenai program vaksinasi ini.

“Masyarakat diharapkan dengan kesadaran sendiri mau untuk divaksin, karena vaksinasi ini dalam rangka untuk menekan penyebaran Covid-19, meskipun nantinya masih bisa terpapar, akan tetapi jika sudah mendapat vaksinasi gejalanya akan lebih ringan,” ungkapnya.

Terpisah, Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito juga mengapresiasi kegiatan vaksinasi ini. Pihaknya menghimbau kepada warga yang telah mendapatkan vaksinasi Covid-19, nantinya tetap untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Terlebih saat ini di Indonesia muncul varian baru yang penularannya sangat cepat.

“Setelah divaksin nanti, bukan berarti bebas tidak menerapkan protokol kesehatan. Tetap patuhi protokol kesehatan, agar tidak tertular,” tegasnya. (top)