Mahasiswa Unimma Dampingi Pengelolaan UMKM di Desa Wisata Warangan Wonosobo

UMKM. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) mendampingi UMKM di sektor pariwisata Taman Ceria Warangan di dusun Satriyan, Desa Warangan Kepil.
UMKM. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) mendampingi UMKM di sektor pariwisata Taman Ceria Warangan di dusun Satriyan, Desa Warangan Kepil.

MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBO – Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), mendampingi UMKM di sector pariwisata Taman Ceria Warangan di Dusun Satriyan, Desa Warangan Kepil.  Pendampingan meliputi pengelolaan keuangan serta peningkatan potensi pariwisata.

“Dua kegiatan tersebut kami anggap penting untuk membantu pengelola wisata dalam meningkatkan kualitas sektor wisata yang sedang dijalankan,” ungkap Anggota Program PPMT, Novanda Cahya Pramita.

Menurutnya, di tengah situasi pandemi covid 19, sektor wisata berhenti beroperasi atau beroperasi secara terbatas. Termasuk, sektor wisata yang digarap oleh pemerintah desa atau masyarakat desa. Maka ada kesempatan bagi pengelola untuk melakukan pembenahan dari berbagai sisi.

“Jadi saat ini adalah waktu yang paling tepat untuk melakukan pembenahan dan perbaikan, bagi sektor wisata, sehingga jika nanti sudah kembali dibuka, pandemi berlalu, maka sektor wisata sudah siap dengan kualitas yang lebih baik untuk memberikan pelayanan,” terangnya.

Pengelolaan keuangan merupakan salah satu hal yang cukup penting dalam mengelola wisata, sebab akan diketahui bukan hanya uang yang masuk keluar, namun juga biaya-biaya operasional dan biaya promosi.

“Transparansi keuangan harus diterapkan di semua lini, termasuk sektor wisata di desa, agar pertanggungjawabnanya lebih mudah, sehingga  tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, “ ucapnya.

Di Taman Ceria Dusun Satriyan Desa Warangan Kepil, pihaknya mengaku melakukan pendampingan dari sisi pembuataan laporan keuangan agar pengelola mampu memberikan laporan secara akuntabel atas kegiatan yang telah dilakukan. Pengelolaan keuangan memang sudah ada, namun masih  sederhana dan belum mengacu pada SAK-ETAP (Standar Akuntansi Keuangan Tanpa Akuntabilitas Publik)

“Pada umumnya pendampingan biasanya hanya terhenti pada pengembangan potensi saja, namun kami tidak karena ternyata pengelolaan keuangan itu dibutuhkan oleh para pengelola wisata,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  DPRD Wonosobo Tepis Tudingan Legalisasi Penambangan Liar

Sedangkan berkaitan dengan pengembangan sektor wisata PPMT dilakukan sejak awal Mei 2021 yang meliputi pendampingan pembuatan spot foto, pelatihan pengambilan foto dan videografi serta pendampingan pengelolaan keuangan dengan memberikan pelatihan pembukuan pada pengelola Taman Ceria Warangan.

Kegiatan Program Pengabdian  Masyarakat Terpadu ( PPMT) ini di Kelola oleh Dr. Wawan Sadtyo Nugroho, M.Si. Ak,. CA yang beranggotakan 5 mahasiswa yaitu Tandzirul Mufaqoh, Hasan Al Mashud, Novanda Cahya Pramita, Noviana Lestari, dan Farah Anafi Putri Gusma dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Mengusung Tema “ Peningkatan Daya Tarik dan Pendampingan Pengelolaan Keuangan Serta Sumber Daya Manusia Taman Ceria Warangan”. (gus)