Gotong Royong Mengatasi Kesulitan Oksigen di Temanggung

TABUNG OKSIGEN. Salah satu pekerja sedang menyiapkan tabung oksigen. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
TABUNG OKSIGEN. Salah satu pekerja sedang menyiapkan tabung oksigen. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Kesulitan oksigen dimasa pandemi Covid-19 akhir-akhir ini tidak hanya dialami oleh RSUD Djojonegoro Temanggung saja, melainkan juga dialami rumah sakit-rumah sakit lainnya.

Namun demikian kata Direktur RSUD Djojonegoro Temanggung Tetty Kurniawati, kesulitan oksigen masih tetap bisa diatasi dengan saling membantu memberikan pasokan oksigen bagi rumah sakit yang membutuhkan.

“Perlu saya garis bawahi, tidak hanya rumah sakit Temanggung saja, mayoritas rumah sakit saat ini hampir mengalami hal yang sama,” katanya, kemarin.

Ia mengatakan, dalam dua pekan terakhir ini memang terjadi peningkatan jumlah kasus Covid-19 yang cukup signifikan, kondisi ini memicu bertambahnya kebutuhan oksigen untuk perawatan pasien Covid-19.

Diakuinya, kebutuhan oksigen untuk perawatan pasien covid-19 memang sempat menipis, namun untuk memenuhi kebutuhan oksigen tersebut pihaknya bersama rumah sakit lainnya di Temanggung saling bekerjasama dan gotong royong dalam memenuhi kebutuhan oksigen.

“Kami berkomitmen saling membantu dan bergotong royong mengatasi permasalahan ini, saling membantu untuk mengirimkan oksigen ke rumah sakit yang sedang membutuhkan. Dengan saling bergotong royong ini bisa memenuhi dan menyelematkan pasien Covid-19,” katanya.

Tetty mengatakan, salah satu faktor penyebab kesulitan oksigen adalah dari suplayer atau penyedia oksigen tidak mampu memenuhi kebutuhan oksigen yang terus meningkat.

“Kebutuhannya cukup tinggi, produksi dari suplayer sangat terbatas, mungkin kalau hanya Temanggung saja bisa langsung terpenuhi oleh suplayer, namun ini terjadi di mayoritas rumah sakit,” katanya.

Menurutnya, untuk mengatasi permasalahan tersebut, dari pihak suplayer membagi pasokan oksigen ke semua rumah sakit, walapun jumlahnya hanya sedikit.

“Pembagian yang sedikit yang membuat kita harus terus siaga dan memantau ketersediaan oksigen,” katanya.

Saat ini pihaknya telah mengirimkan kurang lebih 100 tabung oksigen ke salah satu perusahaan pemasok oksigen, dalam waktu dekat ini sudah terisi.

Artikel Menarik Lainnya :  Kasus Kematian Covid-19 di Indonesia Tertinggi di Dunia dalam Sepekan Terakhir

“Sudah kita kirimkan sedang dalam proses, secepat mungkin akan sampai di RSUD,” tandasnya. (set)