Berkah Pandemi, Priyo Berinovasi Ciptakan Bakso Ikan Gabus

    PACKING. Priyo bersama rekannya saat mengemas bakso olahan ikan gabus yang mulai diminati masyarakat. (Foto lukman)
    PACKING. Priyo bersama rekannya saat mengemas bakso olahan ikan gabus yang mulai diminati masyarakat. (Foto lukman)
    Oleh: LUKMAN HAKIM, Purworejo

    MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Imunitas tubuh menjadi sebuah kebutuhan wajib bagi masyarakat menghadapi pancaroba serta meningkatnya angka positif Covid-19 akhir-akhir ini. Bagi orang-orang kreatif, kondisi tersebut justru menjadi peluang usaha yang ditangkap untuk dikembangkan menjadi uang. Adalah Bumi Menoreh Kencana (BMK) yang berhasil membidik itu. BMK menciptakan bakso ikan gabus, yang tidak hanya lezat namun juga baik untuk meningkatkan imun tubuh.

    Tangan Priyo Andi Susanto, warga Kelurahan Baledono Kecamatan/ Kabupaten Purworejo tampak cekatan memasukkan butir-butir bakso ke dalam plastik saat Purworejo Ekspres menemuinya di rumah produksinya di Kelurahan Paduroso, Minggu (11/7). Di lokasi tersebut, ia dibantu rekan-rekannya yang sama-sama bernaung di bawah bendera BMK sukses memproduksi bakso ikan gabus dan laku keras di pasaran.

    Ide kreatif yang dicetuskan Priyo sapaan akrab Priyo Andi Susanto bukan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri, tetapi juga diniatkan untuk membuka peluang usaha bagi warga masyarakat yang kelimpungan dihajar korona. Ia hanya ingin masyarakat tetap semangat menghadapi pandemi Covid-19 yang entah kapan akan berakhir.

    “Saya dan teman-teman di BMK mencoba membuat bakso ikan gabus, kuliner khas yang paling diminati masyarakat. Pemilihan ikan gabus sebagai bahan baku karena sangat baik untuk masa penyembuhan, khususnya penyembuhan luka,” ucapnya.

    Dijelaskan, ide awal bakso ikan gabus berangkat dari situasi pandemi. Ketika masyarakat butuh menyeimbangkan asupan gizi khususnya protein. Ikan gabus diketahui memiliki protein albumin yang sangat tinggi. Ikan gabus dinilai sangat pas dan cukup dibutuhkan masyarakat dalam kondisi pandemi seperti saat ini.

    Seperti diketahui, Ikan gabus sudah lama dicari untuk mereka yang tengah dalam proses penyembuhan luka, baik operasi caesar usai melahirkan atau luka-luka kulit lainnya. Namun, tidak sedikit yang takut untuk langsung mengolah dan memakan ikan yang memiliki bentuk kepala seperti ular ini. “Dari situlah sebetulnya konsep awal bakso ikan gabus muncul, intinya supaya ramah dengan siapa saja, tidak takut atau jijik mengkonsumsi ikan gabus,” jelasnya.

    Artikel Menarik Lainnya :  20 Formasi CPNS di Purworejo Masih Kosong Pelamar, Pendaftaran Diperpanjang hingga 26 Juli 2021

    Diterangkan, sebagai awal usaha ia juga sudah mencoba menjajaki pasar dan memperhitungkan kebutuhan bahan baku. Kemitraan akhirnya menjadi pilihan yang cukup pas. Bersama teman-temannya, Priyo menggandeng Kelurahan Paduroso dan pemerintahan desa lainnya untuk ikut berkembang berwirausaha bersama. “Mereka bisa membuat kolam, bibit ikan kami sediakan setelah besar dengan size 3 – 4 ekor per kilogram bisa dijual kepada kami kembali,” ucapnya.

    Masuk uji coba, Priyo sudah mampu memproduksi 25 kilogram bakso yang dikemas dengan plastik berlogo. Tes pasar menunjukkan hasil yang bagus, produk laku keras. Target ke depan yakni meningkatkan kapasitas produksi menjadi 1 kuintal per minggu. Setelah berhasil, ia mengaku baru akan menggarap jenis olahan lainnya semisal nugget ikan gabus untuk melayani konsumen yang tidak suka dengan bakso.

    Proses pembuatannya juga dijaga sebersih mungkin, menerapkan protokol kesehatan dan tidak menggunakan campuran MSG atau formalin. Ia hanya mencampurkan gula pasir dan beberapa bumbu dari bahan alami secukupnya. Setelah dikemas dengan plastik kemudian divakum masuk ke fresher. “Hasil ujicoba saya bisa tahan sampai sebulan tanpa pengawet. Itu kami uji untuk pengiriman luar kota atau luar daerah, harapan kami produk kami bisa tembus pasar nasional,” harapnya.

    Disinggung pemasaran, Priyo menggunakan dua sistem pemasaran, yakni cara tradisional dengan mengunjungi rumah sakit-rumah sakit, bidan atau orang yang memang membutuhkan untuk penyembuhan luka. Cara kedua yakni dengan medsos. “Penjualan Online juga kami maksimalkan, dan banyak juga yang sudah mulai menjadi distributor dan agen, setiap distributor yang sudah menandatangani kerjasama akan difasilitasi fresher supaya lebih awet untuk dijual,” ujarnya.

    Ditambahkan, bakso ikan gabus cukup nikmat disajikan laiknya bakso-bakso pada umumnya, berkuah dengan campuran mie, daun seledri dan bawang goreng. Namun bagi yang tidak suka bakso, juga bisa dikonsumsi langsung. “Kalau mau lebih enak, bisa digoreng biasa, atau dicampur dengan telur atau dibuat sate. Kalau yang suka berkuah, bisa diberi kuah atau dicampur dengan sayuran seperti membuat sup dan sayuran pada umumnya,” ucapnya.

    Artikel Menarik Lainnya :  PPKM Diperpanjang, Pemkab Purworejo Diminta Gelontorkan Bantuan

    Bakso ikan gabus juga memiliki banyak kelebihan, sedikit kandungan karbohidrat dan lemak jenuh, bakso ikan gabus ini memiliki kandungan protein dan omega 3 yang cukup tinggi. “Kalau rasanya memang lebih kuat daging sapi dan itu yang selama ini dikonsumsi di Indonesia, tetapi secara kandungan gizi bakso ikan gabus jauh lebih baik untuk anak-anak dimasa pertumbuhan atau menghindari stunting,” katanya.

    Salah satu pembeli, Roy Roiko, mengungkapkan, bakso menjadi makanan kesukaannya sejak kecil. Namun untuk bakso ikan gabus, ia mengaku baru kali pertama mencoba. Jika dilihat kandungannya, ia merasa sangat membutuhkan untuk asupan gizi agar seimbang dengan aktivitas olahraga dalam rangka meningkatkan imunitas tubuh disaat pandemi Covid-19.

    “Setahu saya, ikan kaya omega 3, kalau untuk anak-anak baik untuk meningkatkan kecerdasan dan daya tahan tubuh serta ampuh untuk penyembuhan luka,” ungkapnya. (*)