Meski Memasuki Musim Kemarau Basah, Petani Tembakau Tetap Optimis

RAWAT. Salah satu petani di Kecamatan Kedu sedang merawat tanaman tembakaunya. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
RAWAT. Salah satu petani di Kecamatan Kedu sedang merawat tanaman tembakaunya. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Meskipun musim kemarau tahun ini diprediksikan kemarau basah, namun petani tembakau di Kabupaten Temanggung tetap menanam tanaman yang pernah dikenal sebagai emas hijau itu.

Suryanto salah satu petani di Kecamatan Kedu menuturkan, memasuki bulan Juli ini petani sangat berharap hujan jarang turun, karena dengan demikian kualitas tembakau akan menjadi lebih baik.

“Tembakau itu memang tidak terlalu butuh banyak air, harapan kami bulan Juli hingga September mendatang cuaca semakin baik, tidak ada hujan lagi,” harapnya Jumat (9/7).

Menurutnya, mulai sejak tanam hingga panen tanaman tembakau butuh terik matahari yang cukup, agar pertumbuhannya bisa lebih maksimal. Selain itu nikotin yang terkandung dalam tembakau juga semakin banyak. Dengan demikian kualitas tembakau pun akan semakin bagus.

“Tembakau Temanggung terkenal dengan kadar nikotinnya yang tinggi, jadi cuaca sangat berpengaruh,” ujarnya.

Pada musim tanam tahun ini dirinya menanam sebanyak 3.000 tanaman tembakau, jika pertumbuhan tembakau bisa maksimal, paling tidak pada panen raya mendatang bisa menghasilkan antara 2-2,5 ton daun tembakau basah.

“Alhamdulillah ini cukup bagus, semoga saja cuaca mendukung dan harga jual tembakau saat panen raya mendatang lebih baik,” harapnya.

Nasrohan petani lainnya menambahkan, saat ini biaya tanam perawatan hingga panen raya cukup tinggi, sehingga jika harga tembakau saat panen raya mendatang tidak seimbang dengan biaya tanam maka petani akan kembali merugi.

“Kalau di daerah saya ini kan sawah, minimal bisa terjual dengan harga Rp50.000 hingga Rp60.000 sudah cukup bagus, beda dengan tembakau tegalan, biasanya harga jualnya lebih baik dari tembakau sawah,” katanya.

Menurut Nasrohan, saat ini dirinya menanam tembakau sebanyak 5.000, dengan estimasi biaya tanam dan perawatan antara Rp10 juta hingga Rp15 juta.

Artikel Menarik Lainnya :  Ada formasi yang Sepi Peminat, Tahapan Seleksi CPNS di Temanggung Berubah

“Kalau harga jualnya bisa di atas Rp60 ribu per kilogram sudah cukup untung, semoga saja cuaca mendukung sehingga kualitas tembakaunya baik dan dibeli dengan harga yang wajar,” harapnya. (set)