Gotong Royong dan Empati Sangat Dibutuhkan dalam Masa PPKM Darurat

BANTUAN. Bupati Wonosobo menyerahkan bantuan secara simbolis dari Yayasan Buddha dan Panitia Imlek kepada Ketua Paguyuban Sopir Wonosobo.
BANTUAN. Bupati Wonosobo menyerahkan bantuan secara simbolis dari Yayasan Buddha dan Panitia Imlek kepada Ketua Paguyuban Sopir Wonosobo.

MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBO – Yayasan Budha Indonesia Beserta Panitia Imlek Wonosobo Berinisiatif untuk menyalurkan sebagian rezekinya untuk disumbangkan ke beberapa kecamatan di Wonosobo. Bantuan tersebut berupa beras 6,5 ton dan masker sebanyak 13.000 buah.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Wonosobo kepada perwakilan dari 5 kecamatan di Kabupaten Wonosobo mulai dari Kecamatan Selomerto, Kecamatan Wonosobo, Kecamatan Sapuran, Kecamatan Kalikajar, Kecamatan Mojotengah, dan Paguyuban Sopir Angkutan Umum Wonosobo.

“Sekarang rakyat susah mencari duit. Apalagi sopir angkot, pedagang juga alami hal yang sama. Pedagang toko juga sama. Jadi kita harus saling gotong royong untuk membantu kelancaran kehidupan masyarakat di Wonosobo,” ungkap Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat.

Menurutnya, saat ini sangat membutuhkan bantuan dari para kolega-kolega dari yayasan terkait untuk membantu masyarakat di Wonosobo. Bantuan ini tentunya bukan yang pertama kali dilakukan oleh Yayasan Buddha dan komunitas lainnya. Namun, ini sudah bantuan ke-4 dari mereka yang sudah ikut andil dalam membantu mensejahterakan masyarakat Wonosobo.

“Kepedulian yang ditunjukkan oleh Komunitas Buddha dan juga panitia imlek patut diapresiasi, semangat mereka membantu warga dalam situasi wabah, semakin tinggi,” katanya.

Pihaknya menambahkan, sampai saat ini penyebaran virus covid-19 masih terus meningkat dan saat ini Pemerintah Indonesia mulai memberlakukan PPKM Darurat di Jawa-Bali. Hal ini membuat masyarakat yang menggantungkan hidupnya di jalan atau orang-orang yang berpenghasilan harian merasa sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Virus covid-19 ini berdampak sangat serius bagi kehidupan manusia di masa saat ini. Karena itu, sekali lagi protokol kesehatan tetap dijalankan,” katanya.

Semua lapisan masyarakat juga terkena imbas dari penyebaran covid-19 ini. Semua harus waspada dan mendukung kebijakan pemerintah tentang PPKM Darurat supaya bisa memutus penyebaran mata rantai covid-19.

Artikel Menarik Lainnya :  Peringati HUT Wonosobo, Kecamatan Kalikajar Bagikan Ratusan Masker Gratis

Di sisi lain Bupati Wonosobo memberikan apresiasi tinggi terhadap Yayasan Buddha Indonesia dan komunitas lainnya yang sudah melakukan hal yang besar terhadap kemanusiaan di saat-saat kritis seperti. Di Beberapa desa, kampung dan wilayah kecil sudah banyak warga yang saling bahu membantu untuk membantu warga yang terdapat covid-19. (gus)