Waspada ! Trend Positif Masih Tinggi, BOR Tembus 84,37%

TINJAU. Bupati bersama Forkopimda saat meninjau GOR yang rencananya akan dijadikan sebagai salah satu alternatif tempat isolasi terpusat. (Foto lukman)
TINJAU. Bupati bersama Forkopimda saat meninjau GOR yang rencananya akan dijadikan sebagai salah satu alternatif tempat isolasi terpusat. (Foto lukman)

MAGELANGEKSPRES.COM, PURWOREJO – Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM bersama Wakil Bupati dan Forkopimda meninjau sejumlah tempat isolasi terpusat tingkat kabupaten dan kecamatan, Selasa (6/7). Ditengah penerapan PPKM Darurat, Pemkab Purworejo terus melakukan berbagai persiapan tempat isolasi terpusat guna mengantisipasi jika lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus terjadi.

Apalagi berdasarkan data terakhir hari ini jam 09.00 WIB, tingkat keterisian tempat tidur (TT) khusus penanganan covid-19 trendnya masih tinggi. Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit saat ini mencapai 84,37 % dari total  288 TT. Total TT terisi sebanyak 243 TT dan total TT kosong sebanyak 45 TT.

Bupati yang juga didampingi sejumlah pimpinan OPD terkait meninjau kesiapan tempat isolasi terpusat di Gedung Kesenian WR Soepratman, Gedung Wanita, GOR Sarwo Edhie  Wibowo. Bupati dan rombongan juga melihat tempat isolasi terpusat tingkat Kecamatan di Kecamatan Purwodadi  dan Kecamatan Kutoarjo.

Di Kecamatan Purwodadi tempat isolasi terpusat dipusatkan di Gedung SD Kecamatan Purwodadi dikomplek Gedung Eks Kawedanan Purwodadi. Sedangkan Kecamatan Kutoarjo, tempat isolasi terpusat dipusatkan di Gedung Diklat Kutoarjo.

Bupati menyampaikan jika pihaknya telah mempersipkan sejumlah tempat isolasi terpusat baik tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa. Namun demikian, pihaknya masing mendorong dilakukan isolasi mandiri di rumah bagi warga yang OTG.

“Bagi warga OTG sampai bergejala ringan cukup isolasi mandiri di rumah. Namun jika tempat atau rumahnya tidak memungkinkan untuk tempat isolasi, dapat isolasi yang telah disiapkan di Desa atau Kecamatan. Jika sudah tidak cukup, tempat isolasi terpusat kabupaten baru digunakan,” katanya.

Dalam tinjauan tersebut, bupati ingin memastikan kesiapan tempat isolasi seperti kecukupan tempat tidur, toilet, kebutuhan sehari-hari dan lainnya. Terkait ketersedian oksigen yang saat ini sudah mulai kritis, dirinya telah memerintahkan dinas terkait untuk segera mencari solusi seperti mencari penyedia oksigen dari daerah lain. (luk)

Artikel Menarik Lainnya :  Kasus Kematian Covid-19 di Indonesia Tertinggi di Dunia dalam Sepekan Terakhir