Jika Patuh 3T, Diprediksi Kasus akan Melandai Akhir Juli

Kabid P2P Dinkes Wonosobo, DR Jaelan Sulat
Kabid P2P Dinkes Wonosobo, DR Jaelan Sulat

MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBO – Satgas percepatan penanganan covid 19 Kabupaten Wonosobo memperketat kegiatan 3T atau tindakan melakukan tes covid-19 (testing). Penelusuran kontak erat (tracing) dan tindak lanjut berupa perawatan pada pasien covid-19 (treatment).

“Tiga kegiatan seperti tes, penelusuran dan perawatan pada pasien covid kita perketat. Apalagi di masa PPKM Darurat,” ungkap Kabid P2P Dinkes Wonosobo, H. DR Jaelan Sulat, kemarin.

Menurutnya, tracing dan testing yang dilakukan oleh tim cukup massif. Bahkan angka testing mencapai 21,5 per 1000 penduduk, padahal angka target 1 per 1000. Disisi lain, temuan kasusu aktif mencapai 2063, sebagian besar 1706 atau 83 persen tanpa gejala.

“Upaya kita dalam melakukan tracing dan testing cukup masif. Angka testing kita mencapai 21,5 per 1000 penduduk dengan angka target 1/1000 penduduk. Temuan kasus aktif kita mencapai 2063. Sebagian besar: 1706 (83%) tanpa gejala,” bebernya.

Sedangkan untuk yang sakit dengan gejala sedang hingga berat serta dirawat di rumah sakit mencapai 316  atau 15% persen. Hal tersebut merupakan capaian yang cukup baik. Sehingga apabila diikuti oleh kepatuhan warga untuk menjalankan protokol kesehatan, maka gelombang ketiga ini akan bisa diakhiri.

“Kami anggap Ini capaian baik kita. Dan jika diimbangi kepatuhan warga agar tidak tertular dan menularkan maka kita bisa segera mengakhiri gelombang ke-3 ini. Seperti kita mengakhiri gelombang pertama dan kedua dulu,” harapnya.

Jaelan menambahkan bahwa jika warga patuh dengan anjuran dari pemerintah dan proses 3 T terus berlanjut untuk melakukan penemuan lebih dini. Kasus tanpa gejala langsung isolasi mandiri dan kasus dengan gejala segera diobati maka paling lambat 28 hari kedepan Wonosobo akan menikmati pelandaian kasus lagi.

Artikel Menarik Lainnya :  Polres Wonosobo Bagikan 5 Ton Beras dan 500 Paket Sembako

“Kita terus aktif melacak dan menemukan dini, kasus positif tanpa gejala isolasi mandiri, kasus dgn gejala kita obati, maka paling lambat 28 hari ke depan kita akan menikmati pelandaian kasus lagi,” pungkasnya. (gus)