Dipantau Satgas, Jual Beli di Pasar Kaliwiro Belum Terapkan Prokes

SOSIALISASI. Satgas Percepatan Penanganan Covid-9 Kecamatan Kaliwiro menggelar sosialisasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
SOSIALISASI. Satgas Percepatan Penanganan Covid-9 Kecamatan Kaliwiro menggelar sosialisasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBO – Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Kaliwiro menggelar sosialisasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Satgas setempat, menyasar Pasar Tradisional Kaliwiro yang ramai setiap hari pasaran Pahing .

“Sosialisasi PPKM Darurat Covid 19 dan Razia Masker serta Penertiban Protokol Kesehatan kepada seluruh masyarakat Kaliwiro, khususnya di Pasar Kaliwiro sebagai Pusat Keramaian,” ungkap Camat Kaliwiro, Subagyo Agus.

Dalam kegiatan tersebut melibatkan SAR Kaliwiro, Koramil Kaliwiro, dan Polsek Kaliwiro secara bersama-sama segera menindaklanjuti instruksi bupati .

Menurutnya, pasien  covid-19 khususnya di Kecamatan Kaliwiro semakin meningkat. Maka, satgas akan memperkuat sosialisasi dan penindakan  secara tegas kepada masyarakat sesuai instruksi bupati tentang PPKM dan protokol kesehatan (prokes).

Dalam pelaksanaan, banyak sekali masyarakat yang sudah mulai menyepelekan protokol kesehatan. Yang dikhawatirkan hal ini akan menjadi sebab terjadinya penyebaran covid 19 semakin meluas dan meningkat.

“Dalam pelaksanaan sosialisasi ini, kami bersama Satgas Covid 19, Koramil Kaliwiro, dan Polsek Kaliwiro tidak henti-hentinya mengingatkan masyarakat, khususnya untuk selalu disiplin prokes, serta menghimbau masyarakat agar segera pulang setelah selesai berbelanja/berkegiatan di pasar,” jelas Habib selaku Komandan SAR Kaliwiro.

Petugas gabungan gencar memberikan himbauan kepada para pedagang dan pembeli di pasar Kaliwiro maupun Terminal Kaliwiro untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan.

Danramil 11/Kaliwiro Kapten Inf Kusno Miharjo mengatakan Selain memberikan himbauan tentang protokol kesehatan, petugas gabungan juga menyampaikan edukasi kepada seluruh masyarakat bahwa virus covid-19 ini belum hilang dan masih ada. Bahkan penyebarannya semakin meluas. Untuk itu diharapkan kerjasama semua elemen dalam menghentikan penyebaran virus.

“Kita minta masyarakat untuk mematuhi dan menyadari akan pentingnya 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Karena pasar merupakan salah satu lokasi yang menjadi tempat berkumpul warga masyarakat yang cukup rentan dan harus diwaspadai dalam penyebaran Covid 19,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Polres dan Kodim Temanggung Salurkan Obat-obatan pada Warga Terdampak PPKM

Dengan adanya sosialisasi dan operasi ini, sebagian masyarakat semakin menyadari pentingnya protokol kesehatan, demi kepentingan bersama. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diterapkan di semua wilayah di Jawa Tengah, mulai tanggal 3 sampai 20 Juli 2021.

Dari 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah, 13 daerah masuk asesmen level 4 dan sisanya masuk asesmen level 3. Dan untuk Kabupaten Wonosobo sendiri masuk dalam asesmen level 3. (gus)