Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19 di Wonosobo, RSUD Setjonegoro Pasang Tenda Darurat

PASIEN. RSUD Setjonegoro menambah jumlah tempat tidur pasien dengan mendirikan tenda darurat.
PASIEN. RSUD Setjonegoro menambah jumlah tempat tidur pasien dengan mendirikan tenda darurat.

MAGELANGEKSPRES.COM, WONOSOBORSUD Setjonegoro menambah jumlah tempat tidur pasien dengan mendirikan tenda darurat. Hal tersebut menyusul meningkatnya lonjakan pasien covid-19 di Kabupaten Wonosobo.

“Iya benar, kami sudah pasang tenda darurat untuk tambahan tempat tidur pasien,” ungkap Direktur RSUD dr Danang Sananto Sasongko, kemarin.

Menurutnya dalam beberapa hari ini terjadi lonjakan jumlah pasien secara signifikan. Sehingga, ruangan tempat tidur pasien covid 19 atau BOR  yang disediakan sudah tidak mampu menampung.

“BOR kita sudah diatas 90 persen, sejumlah upaya penambahan tetap dilakukan dengan berkoordinasi dengan satgas kabupaten,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Wonosobo dr. M Riyatno mengatakan, status oranye Kabupaten Wonosobo tidak kemudian menjadikan masyarakat menurunkan kepatuhan, sebab data ke pusat dalam proses  ada tunda sejenak. Bisa jadi sudah berubah statusnya menjadi merah.

“Jangan karena status kabupaten kita oranye kemudian perilaku kita berubah, karena semua kabupaten sudah berstatus merah, justru bagaimana kita meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan,” katanya.

Pihaknya menambahkan, dalam situasi yang cukup krusial ini, Pemkab Wonosobo juga dihadapkan pada kondisi tenaga kesehatan yang sudah tidak dalam kondisi baik, banyak tenaga nakes yang  terpapar.

“Banyak tenaga kesehatan kita yang terpapar. Ini memprihatinkan. Mereka memang sudah menggunakan APD standar di area rumah sakit atau puskesmas tetapi ketika kembali ke lingkungan rumah. Itulah nakes kita terpapar,” katanya.

Mantan direktur RSUD itu juga mengaku sudah sering mengingatkan tenaga kesehatan bahwa kewaspadaan universal bagi nakes wajib dilakukan. Mereka tidak boleh abai.

“Yang penting di PPKM darurat adalah peningkatan disiplin. Lebih penting mengurus di sektor hulunya, yaitu di menyadarkan masyrakat supaya mereka patuh, daripada pengobatan,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Longsor, Akses Antar Desa di Wonosobo Terputus

Sedangkan Sekretaris Satgas Kabupaten, One Andang Wardoyo mengemukakan bahwa pelaksanaan PPKM Darurat Jawa-Bali Ini untuk menjaga keselamatan bersama, pemerintah pusat melihat  bahwa saat ini yang diperkuat atau digas adalah kesehatan.

“Kita meminta kesadaran warga Wonosobo. Kemarin satu hari 8 orang meninggal, hari ini 7 meninggal dan penambahan kasus sehari sebanyak 204. Kondisi  BOR RSUD sudah penuh, dari 56 menjadi 200 tempat tidur. Kami sudah tidak bisa merujuk kemana-mana, karena kabupaten lain juga begitu,” pungkasnya. (gus)