Ngeri, Pasien RSUD Tidar Jalani Perawatan di Teras IGD

PENUH. Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tidar Kota Magelang ditutup karena membludaknya pasien Covid-19.
PENUH. Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tidar Kota Magelang ditutup karena membludaknya pasien Covid-19.

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Ruang Instalasai Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tidar Kota Magelang ditutup. Penutupan ini karena rumah sakit di Jalan Tidar itu sekarang tak mampu lagi menangani pasien akibat membludaknya pasien Covid-19.

Data terakhir menyebutkan, kapasitas ranjang isolasi pasien Covid-19 di RSUD Tidar sebelumnya berjumlah 94 sudah ditambah memanfaatkan ruang ICU menjadi 107 tempat tidur (TT). Sayangnya, meski sudah ditambah, bed occupancy rate (BOR) sejak beberapa waktu lalu sudah penuh 100 persen.

”RSUD Tidar tidak ada sisa (ketersediaan tempat tidur). Karena yang antre saja sudah banyak,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang, dr Intan Suryahati, Selasa (29/6).

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang itu menyebut, mereka yang mengantre di IGD rata-rata membutuhkan ventilator (alat bantu pernapasan) karena mengeluhkan sesak napas. Meskipun sejauh ini tabung oksigen di RSUD masih dipastikan aman.

”Yang di RSUD Tidar hanya bergejala menengah dan berat saja. Kalau untuk yang mulai sembuh langsung diarahkan ke RS Budi Rahayu. Kalau gejalanya sudah ringan diminta untuk menjalani isolasi terpusat di hotel,” imbuhnya.

Namun yang terjadi saat ini beberapa pasien di UGD terpaksa menggunakan ruangan lain. Bahkan, banyak pasien yang terpaksa dirawat di jalan pintu masuk, memanfaatkan teras IGD, dan lorong-lorong ruangan.

Pemandangan tersebut terekam lewat kamera handphone yang beredar di media sosial. Video berdurasi 30 detik itu diduga direkam oleh seorang dokter yang sedang melakukan perawatan kepada para pasien.

Di dalam video itu, terlihat seorang pasien pria tidur di atas brankar di teras ruang IGD. Pria itu sedang diinfus dan ditemani dua pria lain yang berdiri di samping ranjang.

Artikel Menarik Lainnya :  Gus Yusuf Usulkan Ada Tim Siber Nyari Orang Lapar

Kemudian, menuju ruang IGD, video memperlihatkan pemandangan yang tidak lazim. Beberapa orang terlihat dirawat di lorong tanpa sekat.

Sejumlah tenaga kesehatan berlalu lalang. “Pasiennya teng pundi mbak? (Pasiennya ada di mana mbak),” tanya dokter tersebut. Kemudian dijawab seorang perawat yang menunjukkan bahwa pasien itu berada di ruangan sebelah dalam.

Memasuki ruangan dalam, juga terlihat beberapa pasien. Rata-rata para pasien ini ditemani oleh satu orang penunggu. Penyekat antar-pasien pun hanya diberikan satu pembatas dari triplek.

Kondisi tersebut menggambarkan bahwa BOR yang telah mencapai 100 persen di RSUD Tidar tidak sekadar omong kosong. Bahkan, pihak RSUD Tidar memasang papan pengumuman jika IGD untuk sementara ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. (wid)