Poltekkes Semarang Jadi Tempat Isolasi Baru

TINJAUAN. Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz didampingi Sekda Joko Budiyono dan Satgas Covid-19 Kota Magelang, meninjau lokasi isolasi baru di Poltekkes Semarang, Kramat Utara, kemarin. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
TINJAUAN. Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz didampingi Sekda Joko Budiyono dan Satgas Covid-19 Kota Magelang, meninjau lokasi isolasi baru di Poltekkes Semarang, Kramat Utara, kemarin. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Satu lagi, tempat isolasi terpusat ditambah Pemkot Magelang untuk mengantisipasi tren kenaikan kasus Covid-19. Pemkot Magelang mempergunakan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Semarang, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kramat Utara, Magelang Utara, untuk pasien isolasi orang tanpa gejala (OTG).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang, dr Intan Suryahati mengatakan, dua hotel isolasi terpusat sejauh ini masih tersisa. Namun, kapasitasnya makin berkurang di atas 50 persen.

”Hotel Borobudur terisi 43 OTG sedangkan Hotel Safira terpakai 69 ranjang dari total ketersediaan ranjang 104 tempat tidur (TT). Sebenarnya masih mencukupi, tetapi ini menjadi strategi dan langkah antisipasi,” kata dr Intan, kepada wartawan, Senin (28/6).

Dia menjelaskan, isolasi terpusat Poltekkes Semarang ini punya kapasitas 80 ranjang. Penambahan lokasi baru ini, karena pada pekan ke-25 PPKM Mikro di Kota Magelang tren kenaikan masih tinggi.

Kenaikan ini juga berpengaruh terhadap bed occupancy rate (BOR) di tiga rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid-19, antara lain RSUD Tidar, RSJ Prof Dr Soerojo, dan RST Dr Soedjono. Kapasitas rumah sakit rujukan saat ini hanya menyisakan 17,2 persen sedangkan ruang isolasi ICU tersisa 24,4 persen.

”Artinya keterpakaiannya sudah di atas 80 persen, sehingga harus ada alternatif lain, salah satunya menambah BOR di tempat isolasi terpusat,” imbuhnya.

Menurutnya, saat ini Poltekes sudah siap dihuni oleh pasien positif Covid-19. Hanya saja, belum terisi, karena prioritas mereka dibawa ke isolasi terpusat di hotel terlebih dahulu.

”Sedangkan di Hotel Borobudur dan Hotel Safira masih tersisa beberapa bed, sehingga kita manfaatkan ini dulu. Kalau sudah penuh atau nyaris penuh, barulah nanti Poltekkes ini dipakai,” sebutnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Satpol PP Kota Magelang Belum Temukan Pelanggaran PPKM Fatal

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, Bed Occupancy Rate (BOR) di 3 rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 Kota Magelang yang sudah mencapai 82,8 persen. Tiga rumah sakit yang dimaksud adalah RSUD Tidar, RSJ Prof Dr Soerojo, dan RST Dr Soedjono.

Adapun ketergunaan TT isolasi perawatan pasien Covid-19 di 3 rumah sakit itu sebagian besar dihuni oleh pasien luar Kota Magelang. Sebanyak 361 pasien terindikasi Covid-19 (suspek dan konfirmasi), 135 pasien di antaranya merupakan warga dalam kota. Sedangkan 226 orang merupakan warga luar daerah. (wid)