Korban Penganiayaan di Hotel Raya Purworejo Lapor Polisi

LOKASI. Korban dugaan penganiayaan menunjukkan lokasi dan beberapa adegan penganiayaan di Hotel Raya Purworejo, kemarin. (Foto: eko)
LOKASI. Korban dugaan penganiayaan menunjukkan lokasi dan beberapa adegan penganiayaan di Hotel Raya Purworejo, kemarin. (Foto: eko)

MAGELANGEKSPRES.COM, PURWOREJO – Dugaan penganiayaan terjadi di Hotel Raya Purworejo pada Senin (21/6) sore kemarin. Akibatnya, korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh dan mengadukannya ke pihak Kepolisian.

Korban merupakan seorang pria bernama Erika Histoto (43), warga sebuah desa di Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Diketahui ia masih aktif menjabat sebagai Ketua Ranting PDI Perjuangan di desanya sekaligus merangkap Bendahara Paguyuban Ranting PDI Perjuangan Kecamatan Salaman. Sementara terduga pelaku penganiayaan adalah kakak kandungnya sendiri berinisial YH (47) yang berdomisili di Kecamatan Martoyudan Kabupaten Magelang. Mereka merupakan 2 dari 7 bersaudara, anak dari pemilik Hotel Raya.

Saat dikonfirmasi, Erika Histoto menyebut peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu ia sedang asik duduk makan gorengan bersama kedua temannya dan beberapa karyawan hotel di salah satu teras. Sementara dari gerbang utama masuk hotel datang YH mengendarai sebuah mobil warna hitam Merk Honda dan berhenti tepat di depan mereka. Tanpa basa-basi, pelaku langsung menghampiri korban dan menghadiahi pukulan bertubi-tubi di bagian perut, muka, dan kepala.

“Saya tidak tahu ada persoalan apa dengannya. Dia turun dari mobil langsung menghampiri saya dan menantang saya berkelahi, tapi tidak saya layani. Kata saya, ayo duduk dulu ngopi, tapi ajakan itu tidak dihiraukannya dan langsung memukul bagian perut, muka, dan kepala saya bertubi-tubi,” kata Erika kepada sejumlah wartawan di Hotel Raya Purworejo, Rabu (23/6).

Meski dipukuli oleh pelaku bagaikan bukan saudara kandung, korban sekalipun tidak membalasnya. Melihat kodisi korban yang sudah tidak berdaya, kedua temannya bernama Iwan dan Bowo langsung melarikan korban ke RSUD Dr Tjitrowardoyo Purworejo guna mendapat perawatan medis.

Artikel Menarik Lainnya :  Angka Kematian Covid-19 di Purworejo Terus Bertambah, Totalnya Capai 520 Kasus

“Luka paling parah di bagian hidung, darah yang keluar banyak sekali, sekarang aja kepala saya masih sakit dan pusing. Leher saya juga dicekik kemudian dibanting oleh pelaku. Akibat itu kaki saya sebelah pincang,” ujarnya.

Selain dianiaya hingga babak belur, Erika juga mengaku diancam akan dibunuh oleh pelaku. Merasa dirinya tidak tenang dan takut dengan ancaman itu,  korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Purworejo.

“Aduan resmi sudah saya sampaikan ke Polsek Purworejo. harapannya bisa segera ditindaklanjuti agar persoalannya jelas dan ke depan saya juga lebih tenang,” ungkapnya.

Lebih lanjut Erika menyebut, ia merupakan salah satu dari 7 anak dari pemilik hotel. Pasca ayahnya meninggal, Erika sudah cukup lama tidak melakukan komunikasi dengan YH karena sikap YH yang temperamen.

“Sudah ada tiga tahun lebih tidak komunikasi. Saya tujuh bersaudara. Saya sudah berkomunikasi dengan keluarga, proses hukum tetap harus jalan terlepas bagaimana nanti hasilnya di kepolisian biar jadi pelajaran,” tandasnya.

Iwan, salah satu saksi mata mengatakan bahwa aksi pemukulan yang dilakukan YH sangat membabi buta. Meski sudah mengenalnya sejak lama, Iwan tak kuasa melerai.

“Saya udah berusaha mererai keduanya, tapi pelaku menegur saya ini bukan urusanmu ya saya diam, saya juga tidak enak karena dua-duanya saya kenal. Mereka itu anaknya yang punya Hotel Raya. Korban dipukul kira-kira ada mungkin 30 kali. Pada saat kita bawaa ke RSUD dari hidungnya keluar darah terus, matanya bengkak sebelah. Kakinya juga pincang akibat dibanting oleh pelaku,” kata iwan.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Purworejo, Aiptu Komari, saat dikonfirmasi membenarkan telah menerima aduan dari korban terkait dugaan penganiaan yang dilakukan oleh YH. Atas aduan itu, pihaknya masih berproses melakukan pemanggilan pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan.

Artikel Menarik Lainnya :  PPKM Darurat, Pemkab Purworejo Padamkan PJU Selama 12 Jam

“Saat ini sedang proses pemeriksaan untuk dilakukan penyelidikan,” terangnya. (top)