Kopi Temanggung Mulai Mendapat Perhatian Penikmat Kopi Nusantara

KOPI. Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo bersama Anggi pelaku kopi sedang melihat kopi yang dijemur. (Foto:setyo wuwuh/temanggung Ekspres)
KOPI. Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo bersama Anggi pelaku kopi sedang melihat kopi yang dijemur. (Foto:setyo wuwuh/temanggung Ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Tingginya potensi kopi arabika di Desa Petarangan Kecamatan Kledung, membuat kaum milenial di desa tersebut lereng Gunung Sumbing ini tertarik untuk mengelola dan mengenalkan kopi ke luar daerah.

“Saat ini sudah cukup luas, pemasaran sudah sampai Kalimantan, Semarang, Jogjakarta, Jakarta dan beberapa daerah lainya,” kata pelaku kopi di desa setempat, Anggi Riandita Kumandhani, kemarin.

Memang katanya, saat ini tanaman kopi di daerah belum menjadi tanaman andalan bagi petani, namun demikian kopi sudah mulai dilirik oleh kalangan muda petani di desanya.

“Satu dua tahun terakhir ini petani sudah mulai melihat sisi baik dari kopi, memang sampai saat ini tembakau masih menjadi tanaman andalan bagi petani di desa kami,” katanya.

Menurutnya, kopi menjadi salah satu tanaman yang patut dan terus dikembangkan, nilai jualnya sangat tergantung dari proses pengolahan pasca panen dan kualitas kopi itu sendiri.

“Selama ini harga jual kopi mulai dari Rp80.000 sampai dengan Rp125.000 tergantung dari proses pasca panennya, fullwash, natural atau proses lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, selain sebagai tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, kopi juga sebagai salah satu tanaman konservasi yang patut dikembangkan, mengingat saat ini kondisi lahan di lereng Sumbing maupun Sindoro cukup gersang.

Ke depan dirinya akan terus berupaya mengenalkan kopi kepada kaum milenial, tidak hanya di desanya saja melainkan sampai ke daerah lain.

“Minimal bisa minum dan kenal kopi lebih dahulu, kalau sudah mulai kenal maka bisa terus didorong,” ujarnya.

Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo mengatakan, pemerintah sangat apresiasi dengan kaum milenial yang mau terjun langsung ke dunia pertanian khususnya kopi.

Artikel Menarik Lainnya :  DPC PKB Peduli Petugas Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Temanggung menurutnya, adalah penghasil kopi baik arabika maupun robusta. Pemuda-pemuda sudah mulai back to basic ke bidang pertanian, karena Temanggung merupakan daerah pertanian, ini luar biasa. Di wilayah Temanggung utara, antara di Desa Muncar dan di wilayah Temanggung selatan ada di Desa Petarangan ini pemuda menjadi penggerak di bidang perkopian.

Ia menuturkan ternyata tanaman kopi tidak mengganggu tanaman tembakau yang selama ini menjadi komoditas unggulan bagi masyarakat Temanggung.

“Tanaman kopi ini juga dalam rangka konservasi lahan di lerang Gunung Sindoro, Sumbing, dan Prau yang kondisinya cukup kritis,” katanya. (set)